Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat melantik 9.687 pegawai paruh waktu sebagai bagian dari persiapan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2026 sesuai arahan Badan Kepegawaian Nasional.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pelantikan tersebut menjadi yang terbesar di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dan merupakan langkah strategis untuk penguatan layanan publik.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pengukuhan pegawai paruh waktu sejumlah 9.687 orang. Ini pelantikan terbesar tingkat kabupaten/kota se-Indonesia,” ujar Rudy di Lapangan Panahan, Pakansari, Cibinong, Jumat.
Ia menjelaskan Pemkab Bogor memperoleh kuota awal 4.500 pegawai PPPK pada 2026, namun telah menyampaikan kesiapan anggaran jika pemerintah pusat membuka ruang pengangkatan seluruh pegawai paruh waktu.
“Walaupun diberi kuota 4.500, kami menyampaikan kepada BKN bahwa dari sisi penganggaran Pemkab Bogor siap jika harus melantik seluruhnya,” kata dia.
Rudy menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bogor, perangkat daerah, serta BKPSDM yang mendukung proses penataan kepegawaian tersebut. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pegawai yang telah lama bekerja di lapangan.
“Siapa yang berjuang membangun Kabupaten Bogor bersama-sama tidak akan kami lupakan. Jangan takut soal pembiayaan, karena APBD berasal dari rakyat dan untuk rakyat,” ujarnya.
Bupati memastikan pegawai yang belum masuk tahap pengukuhan akan diproses secepatnya sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menilai kebijakan ini penting untuk memperkuat layanan publik serta menjawab kebutuhan SDM pada wilayah dengan penduduk 6,3 juta jiwa tersebut.
Baca juga: Pemkab Bekasi pastikan akan angkat 3.078 honorer jadi PPPK paruh waktu
Baca juga: Menata ulang harapan tenaga honorer di tengah krisis fiskal
Baca juga: Bupati Karawang ingatkan ASN berperilaku baik
Baca juga: Pemkab Bogor mengumumkan alokasi 9.756 formasi PPPK paruh waktu
