Medan (ANTARA) - Sejumlah perairan di Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diterjang gelombang tinggi pada 11 hingga 13 Januari 2026 yang harus diwaspadai oleh nelayan dan pemangku kepentingan lainnya karena dapat mengganggu pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri, di Medan, Sabtu, mengatakan gelombang laut yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter tersebut berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Timur Sumatera Utara, Perairan Kepulauan Batu dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
Kepada nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter serta kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 Meter.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, tengah, barat dan timur.
Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Putri Afriza menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Minggu (10/1) pagi rata rata berawan dan berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah.
Siang menuju sore hari berawan dan juga berpotensi hujan ringan di Padanglawas Utara, Pakpak Barat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Kepulauan Nias, Padang Lawas, Sibolga, Labuhan Batu, Labuhanbatu Selatan dan sekitarnya.
Sementara pada malam hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Mandailing Natal, Padang Lawas dan sekitarnya.
