Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu untuk memasifkan implementasi Program Berani Cerdas bagi generasi muda di provinsi itu.
"Ini adalah inisiatif untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan memberantas buta aksara, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah ini," kata Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir di Kota Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan pelibatan kampus oleh pemerintah daerah (pemda) dalam implementasi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, ditandai dengan penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Datokarama, Dr Faisal Attamimi pada Jumat (9/1).
Baca juga: UIN Datokarama Palu segera buka Prodi Haji dan Umrah
Penandatanganan naskah PKS tersebut disaksikan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, berlangsung di Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Sulteng.
Ia menjelaskan tujuan dari PKS tersebut untuk menghasilkan SDM generasi muda berkualitas yang diharapkan dapat berperan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.
"Selain itu, meningkatkan motivasi belajar dan prestasi mahasiswa yang berasal dari Sulteng pada bidang akademik dan nonakademik," ujarnya.
Adapun ruang lingkup kesepakatan kerja sama itu meliputi peningkatan SDM masyarakat Sulteng melalui pendidikan tinggi, dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki para pihak.
Baca juga: UIN Palu dapat penghargaan PTKIN pengelolaan website terbaik nasional
Rektor UIN Datokarama menyambut baik langkah Pemprov Sulteng tersebut. Ia menyatakan bahwa seluruh sivitas akademik UIN Datokarama mengapresiasi langkah pemda dan pihaknya siap menyukseskan program prioritas tersebut.
"Menurut kami Program Berani Cerdas bukan sekadar slogan, tapi sebuah gerakan memajukan daerah. UIN Datokarma akan berperan menurunkan angka putus sekolah secara signifikan, dan diharapkan dapat mencetak tenaga kerja lokal yang lebih kompetitif guna menyambut pertumbuhan industri yang pesat di Sulawesi Tengah." tutur Lukman.
