Depok (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menghadirkan program Rural Digital Innovation Lab (RDIL) di Desa Pempatan, Kabupaten Karangasem, Bali untuk memperkuat pengembangan UMKM setempat.

Program ini diketuai oleh I Made Dyanta Anwar dari FIK UI dengan melibatkan Reztika Cahyani dari FIK UI dan Paramitha dari Fakultas Teknik UI.

I Made Dyanta Anwar dalam keterangannya, Kamis menilai bahwa pembelajaran yang berangkat dari kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

“Kami ingin peserta melihat bahwa keterampilan digital bisa memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di komunitasnya, sekaligus membuka peluang pendapatan langsung dari desa,” ujarnya.

Baca juga: Guru Besar FIK UI hadirkan paradigma baru penanganan stroke

Melalui program ini, UI berharap pemanfaatan teknologi digital dapat membuka lebih banyak peluang bagi pemuda desa untuk berkembang, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Melalui program yang menjadi bagian dari ajang KPP Mining Youth in Action ini, mahasiswa UI mengajak pemuda desa untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Sebanyak 22 pemuda Desa Pempatan terlibat dalam program yang berlangsung hingga akhir Mei 2026 tersebut.

Tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, RDIL juga mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Baca juga: Guru Besar UI soroti pentingnya penanganan penyakit infeksi penyebab kematian tertinggi anak

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, para pemuda dibekali kemampuan yang dapat membantu pelaku usaha lokal memperluas pemasaran, meningkatkan pengelolaan usaha, serta memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal.

Dosen FIK UI, Dr. Sigit Mulyono mengatakan bahwa pemberdayaan pemuda melalui teknologi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

"Ketika pemuda memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan peluang ekonomi, hal itu berdampak langsung pada kesehatan mental dan sosial mereka. Ini adalah bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat dari aspek fisik hingga ekonomi,” ujar Sigit.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut memadukan pengembangan teknologi digital dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Selama pelaksanaan program, tim RDIL menemukan bahwa Desa Pempatan memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama melalui berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: FIK UI hadir dampingi masyarakat terdampak banjir di Sorkam Tapanuli Tengah

Ia mengatakan pemanfaatan teknologi digital masih terbatas sehingga banyak pelaku usaha belum mampu memaksimalkan promosi maupun pengelolaan usaha secara daring.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RDIL menghadirkan rangkaian kegiatan yang disusun secara bertahap.

Program diawali dengan Bootcamp Digital untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar di bidang digital. Setelah itu, para peserta terjun langsung mendampingi UMKM lokal melalui kegiatan Client-Based Project, sehingga dapat menerapkan kemampuan yang telah dipelajari pada situasi nyata.

Pada tahap akhir, peserta didorong menyusun portofolio profesional dan mulai menawarkan layanan digital sederhana kepada masyarakat melalui program Income Activation. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda desa sekaligus memperluas manfaat teknologi digital bagi komunitas setempat.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026