Depok (ANTARA) - Doktor Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) Dr. drg. Deviyanti Pratiwi mengembangkan inovasi pemanfaatan minyak nilam sebagai terapi tambahan untuk penyakit periodontal atau penyakit gusi.

Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan bahan alam Indonesia dalam mendukung pengembangan perawatan kesehatan gigi yang lebih efektif.

"Penyakit periodontal merupakan peradangan pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh penumpukan bakteri di rongga mulut. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi hingga kehilangan gigi," kata Deviyanti Pratiwi dalam keteramgannya, Kamis.

Baca juga: Mahasiswa FKG UI raih juara 2 pada World Oral Health Day 2026
Baca juga: FKG UI luluskan doktor baru "double degree" pertama


Melalui penelitiannya, Dr. Deviyanti memanfaatkan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) yang diolah menggunakan teknologi berukuran sangat kecil agar dapat bekerja lebih optimal pada area yang mengalami peradangan. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas bahan alami tersebut dalam membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit gusi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang dikembangkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang berkaitan dengan penyakit periodontal.

Pengujian awal juga menunjukkan hasil yang mendukung pengembangan lebih lanjut dari formula tersebut sebagai terapi tambahan dalam perawatan penyakit gusi.

Baca juga: Peneliti UI sebut tanaman hanjuang sebagai pencegah karies gigi anak

Temuan ini memperlihatkan bahwa minyak nilam memiliki potensi untuk dimanfaatkan lebih luas di bidang kesehatan gigi.

Selain mendukung pengembangan terapi yang lebih inovatif, penelitian ini juga menunjukkan peluang pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber bahan kesehatan yang bernilai tambah.

Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, mengatakan penelitian ini menunjukkan kontribusi FKG UI dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi berbasis bahan alam seperti ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan terapi tambahan di bidang kedokteran gigi, khususnya dalam penanganan penyakit periodontal.
 



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026