Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan tes urine terhadap petugas dan warga binaan sebagai upaya berkelanjutan mewujudkan area "zero halinar" atau bebas handphone, praktik pungli dan penyalahgunaan narkoba.
Kalapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga mengatakan tes urine dilaksanakan di area pendopo dengan menyasar 143 orang petugas terdiri atas pejabat struktural termasuk dirinya, staf pegawai hingga regu pengamanan serta 28 warga binaan.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berlangsung aman dan kondusif. Berdasarkan pendataan dan pencatatan hasil tes urine, seluruh peserta dinyatakan negatif," katanya di Cikarang, Jumat.
Baca juga: Lapas Cikarang Kelas IIA raih dua penghargaan Kanwil Kemenimipas 2025
Baca juga: Sebanyak 41 warga binaan Lapas Cikarang terima remisi Natal
Dia menjelaskan pengambilan dan pengujian sampel urine menggunakan alat tes narkotika oleh tim Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi dengan melibatkan pengawasan penuh dari anggota Polsek Cikarang Pusat.
Kegiatan ini sekaligus dalam rangka menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat nomor WP.11-PK.08.02.153 tanggal 6 Januari 2026 perihal penugasan pendataan senjata api serta tes urine pegawai dan narapidana.
"Tes urine ini juga memprioritaskan pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam peredaran dan atau penyalahgunaan narkotika. Kami menggandeng aparat penegak hukum dalam setiap pelaksanaan kegiatan ini," ujarnya.
Baca juga: Lapas Cikarang Jabar sidak blok hunian untuk wujudkan "Zero Halinar"
Pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan bersih dari praktik penyalahgunaan narkoba sehingga kegiatan seperti ini dipastikan akan terus digelar secara berkala.
Uji sampel urine ini turut menjadi bagian dari deteksi dini sehingga penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban secara komprehensif di lingkungan lapas.
Selain sebagai upaya deteksi dini, tes urine juga bertujuan untuk menguatkan pengawasan serta meningkatkan kepatuhan petugas maupun warga binaan.
"Kami berupaya optimal untuk selalu menjaga stabilitas keamanan, begitu pula dengan komitmen mewujudkan Zero Halinar di lingkungan Lapas Cikarang," kata dia.
