Depok (ANTARA) - Tak pernah ada yang bisa benar-benar mempersiapkan diri menghadapi proses melahirkan, terlebih ketika kondisi tidak berjalan sesuai harapan. Hal ini dialami oleh Citra (29), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Sawangan, Depok.
Saat diwawancarai oleh Tim Jamkesnews, Citra membagikan kisahnya bagaimana BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang utama ketika ia harus melahirkan bayinya dalam kondisi kehamilan yang belum cukup usia. Citra bersyukur sudah menjadi peserta JKN sejak lama, jadi ketika dihadapkan dengan kondisi darurat seperti ini ia tidak mengkhawatirkan persoalan biaya lagi.
“Saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN sudah cukup lama. Karena menurut saya biaya berobat itu mahal makanya butuh yang namanya jaminan perlindungan kesehatan. Hal ini terbukti saat saya harus melahirkan secara prematur di usia kehamilan yang masih 33 minggu. Saat itu saya belum ada persiapan sama sekali, alhamdulillah dengan adanya Program JKN saya bisa fokus melahirkan tanpa memikirkan biaya rumah sakit yang harus saya bayarkan. Saya melahirkan di salah satu rumah sakit di Kota Depok, pelayanan yang saya dapatkan cukup memuaskan dan sangat membantu terutama saat proses persalinan. Tidak terbayangkan juga kalau lahiran tanpa JKN, harus berapa besar biaya yang perlu saya siapkan ditambah perawatan setelah persalinan prematur,” ucap Citra, Selasa (22/07).
Baca juga: Nardianto: BPJS itu bukan jual-beli, tapi bentuk gotong royong untuk semua
Baca juga: JKN bantu pengobatan anemia wanita muda asal Bogor
Ia juga meceritakan bahwa proses persalinannya berlangsung cepat, hanya memakan waktu tiga jam. Setelah itu, ia dirujuk untuk dirawat inap selama dua hari. Citra juga mengatakan dari awal masa kehamilan hingga pasca lahiran, ia selalu memanfaatkan Program JKN untuk melakukan kontrol dan pemeriksaan ultrasonografi (USG) selama tiga trimester.
Tidak hanya pengalaman persalinan saja, ia juga berbagi kisah pengobatan asmanya yang sering kambuh dan harus bolak balik ke rumah sakit dan lagi-lagi untungnya ada Program JKN. Citra juga menegaskan kalau ia tidak pernah merasakan diskriminasi pelayanan. Ia percaya bahwa sebagian keluhan yang beredar di masyarakat mungkin lebih berkaitan dengan faktor individual, bukan sistem BPJS Kesehatan itu sendiri.
“Program JKN sudah membantu saya sejak masa kehamilan untuk kontrol dan pemeriksaan USG. Persalinannya juga berlangsung cepat, dua hari pasca operasi saya sudah bisa jalan dan diizinkan untuk pulang. Tetapi selanjutnya diharuskan kontrol kembali ke rumah sakit untuk periksa bekas operasi dan kontrol ke dokter anak. Sejak pandemi COVID-19 lalu, saluran pernafasan saya jadi menyempit dan asma saya juga sering kambuh. Saya jadi harus sering kontrol ke rumah sakit lagi, alhamdulillah semua aman selama pakai JKN. Pelayanan yang diberikan juga bagus tidak membeda-bedakan sama sekali. Kalau yang ribet itu mungkin lebih ke orangnya yang tidak mau ikut prosedur. BPJS itu membantu kalau kita jalani sesuai aturan,” pungkasnya.
Baca juga: Dian ajak masyarakat daftar JKN, karena telah merasakan manfaatnya
Saat ini, Citra terdaftar sebagai peserta JKN dengan segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di kelas tiga bersama seluruh anggota keluarganya. Ia berharap agar banyak orang yang tahu bahwa Program JKN ini telah meringankan beban keuangan mereka, terutama untuk pembelian obat-obatan rutin seperti obat asma yang harganya cukup tinggi.
Melalui kisah nyata seperti yang dialami Citra, semakin terlihat bahwa keberadaan Program JKN benar-benar menjadi jaring pengaman sosial di bidang kesehatan, terutama bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Citra adalah salah satu dari sekian banyak warga yang merasakan langsung manfaatnya Program JKN.
“Meskipun saya terdaftar sebagai peserta berbayar di kelas tiga, tetapi manfaat dari Program JKN milik pemerintah ini sangat nyata saya rasakan. Selain perlindungan kesehatan, perlindungan finansial juga terselamatkan. Harapan saya semoga Program JKN ini bisa dikenal sampai pelosok negeri dan semakin banyak orang yang aware betapa pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN. Dan bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, saya anjurkan punya. Itu membantu banget. Kita nggak tahu sakit datang kapan. Kalau ada jaminan kesehatan, semuanya ditangani. Rumah sakit juga tidak ngebeda-bedain kok,” ujarnya meyakinkan.
