Cirebon (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat jumlah penumpang mencapai 9.312 orang pada 4 Januari 2026 atau bertepatan dengan puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun baru.
“Jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon pada hari ini mencapai 9.312 orang,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Minggu.
Ia menyebutkan tujuan keberangkatan penumpang dari wilayah Daop 3 Cirebon didominasi kota-kota besar seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, serta Jakarta.
Selain arus keberangkatan, kata dia, tercatat pula kedatangan penumpang yang cukup tinggi, yakni sebanyak 7.444 orang di wilayah Daop 3 Cirebon.
Baca juga: KAI Cirebon layani 94.736 penumpang pada 7 hari pertama periode Natal dan Tahun Baru
Menurut dia, angka tersebut menjadi lonjakan tertinggi kedua selama masa pelayanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ia menjelaskan selama 18 hari pelayanan masa angkutan tersebut, terdapat 274.400 pelanggan yang menggunakan layanan transportasi kereta api di wilayahnya.
Ia merinci dari jumlah tersebut, sebanyak 136.562 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sementara 138.319 penumpang tercatat datang.
Muhibbuddin mengatakan dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 120.233 penumpang, terjadi peningkatan volume pelanggan sebesar 114 persen.
“Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan menjadi stasiun dengan jumlah keberangkatan tertinggi, karena berfungsi sebagai pusat aktivitas dan simpul transportasi utama,” katanya.
Baca juga: KAI Cirebon angkut 228 ribu penumpang
Pada masa angkutan kali ini, lanjut dia, penjualan tiket kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon tercatat tinggi, dengan 81.266 tiket terjual atau sekitar 110 persen dari kapasitas yang disediakan sebanyak 74.988 tiket.
Muhibbuddin menyebutkan tingkat okupansi selama periode tersebut melampaui 100 persen, dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis dengan sistem naik dan turun penumpang di berbagai stasiun.
Ia mengatakan tingginya arus penumpang, mencerminkan besarnya mobilitas masyarakat pada arus balik Natal dan tahun baru menuju kota asal masing-masing.
“Kami terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan alur penumpang di stasiun, serta kesiapan petugas agar pelayanan tetap optimal,” ucap dia.
