Muaradua (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengimbau wisatawan untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas seperti berenang di kawasan objek wisata Danau Ranau guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Insiden seorang wisatawan yang nyaris tenggelam di Danau Ranau pada Jumat (2/1) harus dijadikan pelajaran agar para pengunjung tetap mematuhi rambu-rambu keselamatan dan mengikuti arahan petugas di kawasan wisata," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan Heri Pramono di Muaradua, Sabtu.
Dia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan Danau Ranau.
Baca juga: Danau Ranau Ogan Komering Ulu Selatan dipadati pengunjung pada momentum libur tahun baru
Baca juga: Festival Danau Ranau kembali digelar
BPBD mengimbau pengunjung tidak berenang di area yang dalam atau berbahaya, terutama tanpa pengawasan petugas atau pendamping.
Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung juga dianjurkan bagi wisatawan yang bermain air atau menggunakan perahu.
Sebagai upaya antisipasi, kata dia, pihaknya menyiagakan personel di kawasan objek wisata Danau Ranau selama momentum liburan Tahun Baru 2026.
Kegiatan pengawasan dan penjagaan tersebut dilakukan sebagai upaya penanggulangan dini terhadap hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, termasuk potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor saat cuaca ekstrem.
Baca juga: Lampung Dan Sumsel Sepakat Mengelola Danau Ranau
Dalam kegiatan monitoring tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada wisatawan agar selalu berhati-hati, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di kawasan wisata danau.
"Pemkab OKU Selatan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan agar merasa aman, nyaman, dan memiliki kesan positif saat berlibur di danau terbesar kedua di Pulau Sumatera tersebut," ujarnya.
