Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto didatangi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto pada hari pertama berkantor sebagai kepala daerah di Kantor Bupati, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin.
Kedatangan Suharyanto merupakan wujud perhatian BNPB terhadap Kabupaten Bogor setelah Rudy Susmanto menetapkan status tanggap darurat bencana.
"Pak Bupati mengeluarkan status tanggap darurat, sehingga pemerintah pusat tidak ragu-ragu sudah langsung masuk dan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana, betul-betul kita usahakan semaksimal mungkin dipenuhi," kata Suharyanto.
Ia memaparkan bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang pada Minggu (2/3) petang hingga malam menyebabkan 346 warga Bogor mengungsi.
Baca juga: Bogor dikepung bencana, bupati ajak warga tingkatkan peduli lingkungan
Pemerintah pusat melalui BNPB, kata dia, memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir khususnya para korban mengungsi dapat terpenuhi dengan semaksimal mungkin.
Suharyanto memastikan BNPB segera berkoordinasi dengan TNI untuk menindaklanjuti tujuh jembatan yang terputus dengan memasang jembatan darurat atau jembatan bailey.
"Untuk yang jembatan-jembatan putus dalam waktu tidak terlalu lama (dikerjakan). Tadi arahan bupati tiga minggu ini krusial, karena menjelang Idul Fitri, ada libur nasional, dan wilayah Bogor khususnya ke Puncak," ujar Suharyanto.
Sementara Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak semua pihak untuk bergotong royong menangani bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor, terutama untuk membersihkan saluran air bersama-sama sebagai antisipasi dampak bencana hidrometeorologi.
"Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, kami butuh dukungan dari semua pihak, dan pola hidup yang bersih, yang sehat, buanglah sampah pada tempatnya," kata Rudy.
Baca juga: Bupati Rudy Susmanto gunakan dana pribadi atasi akses terputus di Bogor
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menyebutkan sebanyak 28 desa di 16 kecamatan terdampak bencana alam hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang pada Minggu (2/3) petang hingga malam.
"Bencana alam hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, orang hanyut, dan angin kencang," ujar Adam.
Tanah longsor terjadi di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Cijeruk (Desa Cijeruk dan Desa Tanjungsari), Kecamatan Sukaraja (Desa Cimandala dan Desa Nagrak), Kecamatan Megamendung (Desa Kuta, Desa Sukagalih, Desa Gadog, dan Desa Sukakarya), Kecamatan Sukamakmur (Desa Sirnajaya), Kecamatan Ciawi (Desa Bojong Murni), Kecamatan Sukajaya (Desa Harkatjaya), Kecamatan Leuwisadeng (Desa Sadengkolot), dan Kecamatan Babakan Madang (Desa Bojongkoneng).
Baca juga: BPBD Jabar terus cari korban hilang akibat bencana banjir di Bogor
Banjir terjadi di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Parungpanjang (Desa Kabaosiran dan Desa Cibunar), Kecamatan Cisarua (Desa Tugu Utara, Desa Tugu Selatan, Desa Batu Layang, Desa Kopo, Desa Jogjogan, dan Desa Cibeureum), Kecamatan Bojonggede (Desa Rawa Panjang), Kecamatan Cigudeg (Desa Rengasjajar), Kecamatan Tenjo (Desa Cilaku), Kecamatan Dramaga (Desa Babakan), dan Kecamatan Rumpin (Desa Sukasari).
Kejadian orang hanyut terjadi di Kecamatan Cisarua (Desa Citeko). Sementara itu angin kencang terjadi di Kecamatan Jasinga (Desa Setu).