Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan kesejahteraan guru merupakan investasi strategis pembangunan nasional karena menjadi faktor kunci pendidikan berkualitas.
Hal ini disampaikan saat menggelar pertemuan dengan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Direksi PT Pos Indonesia.
“Kesejahteraan guru bukan hanya isu individu, tetapi merupakan investasi strategis dalam pembangunan nasional. Dengan memastikan kesejahteraan mereka, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Jika kualitas pendidikan meningkat, maka sumber daya manusia kita juga akan lebih kompetitif di tingkat global,” ujarnya sebagaimana dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu.
Salah satu upaya peningkatan kesejahteraan guru ialah melalui program Direct Cash Transfer (DCT) yang ditujukan untuk memastikan distribusi tunjangan secara langsung, lebih cepat, dan tepat sasaran kepada guru yang memenuhi kriteria tertentu.
Program DCT diharapkan menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan sistem penyaluran tunjangan saat ini.
Menurut Kepala Bappenas, dunia pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu segera diatasi.
Berdasarkan data BPS, ada 58,95 persen penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun hanya lulusan SMP atau lebih rendah.
Selain itu, skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia dalam bidang membaca, matematika, dan sains masih tertinggal dibandingkan negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan juga dianggap menjadi faktor lain yang perlu diperbaiki guna mendukung proses belajar mengajar lebih optimal.
Baca juga: Indonesia dan Kanada dorong transisi energi berkelanjutan
Baca juga: Presiden ingin Indonesia manfaatkan sebaik-baiknya World Expo 2025 di Osaka Jepang