Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa-Cerucuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penanaman bibit tanaman kayu putih sebagai salah satu upaya memulihkan fungsi hutan dan lahan.
"Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RH) adalah upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan," kata Kepala BPDAS Baturusa-Cerucuk Babel, Muchtar Effendi, di Pangkalpinang, Kamis.
Kegiatan RHL diperlukan dalam upaya menekan risiko kerusakan ekosistem yang semakin masif terutama di kawasan hutan lindung.
Pulau Bangka dan Belitung merupakan salah satu pulau yang kaya akan hasil tambang biji timah dan pasir kuarsa sejak berabad-abad lalu sisa penambangan selalu menimbulkan masalah lingkungan.
"Melalui kegiatan RHL yang diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat mengurangi kerusakan yang terjadi serta mampu meningkatkan perekonomian taraf hidup masyarakat sekitar," katanya.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan salah satu solusi yang ditawarkan BPDAS Cerucuk, yaitu dengan pola menanam tanaman kayu putih sebagai solusi rehabilitasi lahan bekas tambang.
Kayu putih dinilai sangat cocok ditanam karena mampu tumbuh di lahan berpasir, berair dan gambut sekalipun. Selain itu tanaman kayu putih memiliki peranan penting untuk pembangunan industri kehutanan karena tanaman ini memberi berbagai manfaat secara ekologi, ekonomi dan sosial.
Secara umum daun kayu putih diolah menjadi minyak, di mana salah satu manfaat minyak kayu putih adalah sebagai obat tradisional yang mampu mengobati berbagai penyakit.
Senyawa sineol bahan aktif yang diisolasi dari tanaman kayu putih dan ini digunakan mengobati peradangan saluran pernapasan dan menurut SNI minyak kayu putih mengandung 50-60 persen sineol, sedangkan minyak kayu putih yang diproduksi di Babel menghasilkan kadar sineol lebih tinggi, yaitu 67,9 persen.
"Potensi ekonomi tanaman kayu putih di Babel sangat baik, untuk luas lahan satu hektare tanaman kayu putih dapat menghasilkan 5,68 kilogram minyak kayu putih segar, jika diakumulasikan dalam satu kali panen menghasilkan Rp17.120.000," katanya.
Dengan tingginya potensi minyak kayu putih ini diharapkan banyak petani yang menanam minyak kayu putih sehingga nantinya Babel dapat menjadi sentra minyak kayu putih Indonesia.