Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi penyelenggara Lasqi (Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia) Nusantara Festival 2025 pada 4–7 Desember 2025 dengan melibatkan sekitar 1.500 peserta dari 25 provinsi, menegaskan kesiapannya menjadi pusat pengembangan seni qasidah nasional.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Jumat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Lasqi dari seluruh Indonesia dan menegaskan bahwa kepercayaan tersebut menjadi bukti kapasitas Kabupaten Bogor sebagai penyelenggara kegiatan besar.
Festival berskala nasional itu diawali dengan Gala Dinner Lasqi se-Indonesia yang dipimpin Bupati Rudy di Pendopo Bupati Bogor, Kamis malam. Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan, mulai dari pertemuan nasional, pertunjukan seni, hingga kompetisi.
“Menjadi tuan rumah kegiatan nasional adalah kehormatan bagi kami, sekaligus bukti bahwa Bogor siap dan mampu menyambut tamu dari seluruh Nusantara,” ujar Bupati Rudy.
Rangkaian festival dijadikan ajang silaturahim nasional serta momentum memperkenalkan ikon budaya Bogor kepada ratusan peserta dari berbagai provinsi. Acara juga diisi doa bersama untuk korban bencana di Sumatera sebagai bentuk solidaritas nasional.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Bogor menampilkan kesiapan fasilitas dan layanan pendukung di lingkungan Pendopo Bupati. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa Bogor layak menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan kebudayaan berskala nasional.
Rudy menegaskan bahwa Lasqi memiliki ruang besar dalam agenda budaya Kabupaten Bogor. Kegiatan Lasqi bahkan telah menjadi agenda tahunan yang digelar pada Hari Jadi Bogor dan Hari Santri.
“Bogor tidak hanya menjadi tuan rumah tahun ini, tetapi akan terus menjadi pusat penyelenggaraan aktivitas Lasqi,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mempersiapkan sejumlah infrastruktur strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat kegiatan nasional.
Pembangunan tersebut meliputi revitalisasi Masjid Baitul Faidzin, pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah di Stadion Pakansari, pembangunan Asrama Haji berkapasitas 253 kamar mulai 2026, serta revitalisasi Gedung Kesenian menjadi “Siliwangi Theater” berstandar bintang lima.
Menurut Rudy, keunggulan Kabupaten Bogor bukan hanya pada fasilitas, tetapi juga pada kekuatan kebersamaan warganya.
“Bogor tidak bisa dibangun oleh satu suku, satu agama, atau satu orang. Bogor dibangun oleh semua yang mencintai Bogor,” ujarnya.
Ketua Umum Lasqi Nusantara Jaya Jazilul Fawaid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas komitmen dalam menyukseskan kegiatan LASQI tingkat nasional. Ia menilai Bogor memiliki peran strategis dalam merawat semangat persatuan melalui seni, budaya, dan kegiatan keagamaan.
Ia juga menyoroti pentingnya seni qasidah dan budaya pesidat sebagai kekayaan budaya yang perlu diperjuangkan agar mendapat pengakuan resmi sebagai warisan budaya Indonesia.
Jazilul Fawaid menegaskan bahwa seluruh kompetisi dalam festival harus dijalankan secara jujur, tertib, dan menjunjung sportivitas agar memperkuat kebersamaan antar peserta.
Ia menilai Kabupaten Bogor sangat potensial menjadi pusat pembinaan qasidah nasional karena wilayah yang luas, populasi yang besar, serta sering menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional.
“Bogor sangat potensial menjadi kota penggerak seni qasidah Indonesia,” katanya.
Baca juga: 21 tim dari 23 kecamatan ikut Festival Seni Qasidah Rebana Kabupaten Bekasi
Baca juga: Sebanyak 96 peserta ikuti Festival Ramadhan Lembaga Qasidah Karawang
Baca juga: 2.880 Peserta Ikuti Qasidah Super Festival 2018 Di Lampung
Baca juga: Sulawesi Tengah Juara Umum Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis Nasional XXI 2016
