Kota Bogor (ANTARA) - Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University dalam sidang paripurna di Kota Bogor, Jumat, memutuskan memilih Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet STP, MSi, menggantikan Prof Arif Satria yang sejak bulan lalu menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Direktur Kerja sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi saat dihubungi ANTARA menjelaskan MWA IPB University pada Jumat resmi memilih Dr Alim Setiawan Slamet sebagai Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2025–2028.
Keputusan ini ditetapkan melalui Sidang Paripurna Tertutup MWA dengan agenda Pemilihan dan Penetapan Rektor IPB PAW, yang berlangsung di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
Keputusan tersebut menandai tonggak kepemimpinan baru di IPB University sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri Prof Arif Satria dari jabatan Rektor IPB Periode 2023–2028, dimana terhitung 10 November 2025 Prof Arif diangkat Presiden Prabowo menjadi Kepala BRIN.
Sebelumnya MWA telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pemberhentian Rektor IPB Periode 2023–2028. Keputusan ini kemudian disampaikan oleh Ketua MWA pada 18 November 2025 kepada Ketua Senat Akademik (SA) IPB untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut SA IPB melalui Surat Nomor 62451/IT3.SA/TU/P/B/2025 tertanggal 1 Desember 2025, perihal Penetapan Calon Rektor IPB PAW, menyampaikan tiga nama calon rektor:
1. Dr Alim Setiawan Slamet, STP, MSi
2. Prof drh Deni Noviana, PhD, DAiCVIM
3. Prof Dr Iskandar Z Siregar, MForSc, IPU, ASEAN Eng.
Berdasarkan hasil Sidang Paripurna MWA IPB, Dr Alim Setiawan Slamet terpilih menjadi Rektor IPB University untuk melanjutkan berbagai agenda strategis institusi. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan mekanisme PAW yang diatur dalam Statuta IPB University.
Rektor IPB terpilih akan dilantik oleh Majelis Wali Amanat pada pada 11 Desember 2025 mendatang.
Ketua MWA IPB University Prof Hardinsyah menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dr Alim Setiawan.
"Kami meyakini beliau mampu melanjutkan kepemimpinan yang visioner dan membawa IPB University semakin maju," ujarnya.
Ia menjelaskan masa tugas Dr Alim Setiawan sebagai Rektor PAW terhitung sejak tanggal pelantikan sampai dengan akhir periode jabatan Rektor yang digantikan.
Prof Hardinsyah menuturkan bahwa Dr Alim terpilih melalui musyawarah mufakat.
"Jadi tidak voting, artinya adalah kami guyub, kami paham nilai-nilai yang diterapkan dan ini sangat membanggakan. Saya kira ini perlu kita syukuri bersama sebagai Keluarga Besar IPB dalam menetapkan Rektor IPB,” ucapnya.
Rektor IPB Dr Alim Setiawan menyampaikan lima dimensi utama bagi arah pengembangan perguruan tinggi.
“Yang pertama, bagaimana semua perguruan tinggi bisa mengutamakan mutu karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan inovasi dan SDM yang unggul serta memiliki employability tinggi," katanya menyebutkan.
Dimensi kedua adalah inklusivitas. "Kita harus memperluas akses tanpa diskriminasi, lebih ramah sosial, dan memperkuat multi-stakeholders engagement," katanya.
Ia menekankan relevansi sebagai dimensi ketiga. "Setiap inovasi dan hasil riset harus relevan dengan program nasional Astacita pemerintah, relevan dengan agromaritim sebagai core competence IPB University, serta link and match dengan kebutuhan masyarakat dan industri," tuturnya.
Dimensi keempat adalah adaptif terhadap perubahan zaman. "Perguruan tinggi harus adaptif, termasuk IPB, karena kita menghadapi era AI. Future skill set harus kita dorong. Saya berharap dosen, pegawai, dan mahasiswa bisa menjadi global leader," ujarnya.
Dimensi kelima, terkait keberlanjutan dampak. “Perguruan tinggi harus berdampak nyata. Tagline-nya adalah kampus berdampak. IPB University harus menjadi solusi atas persoalan masyarakat, membantu industri, serta sejalan dengan pencapaian SDGs dan ESG yang excellent," kata Alim.
Alim Setiawan Slamet merupakan dosen Produksi dan Operasi di Departemen Manajemen. Ia lulusan S-1 dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian IPB, kemudian lulus S-2 juga dari Jurusan dan Fakultas yang sama, sedangkan S-3 diraih dari Jurusan Ekonomi Agribisnis dan Agrikultural dari Universitas Ehime Jepang.
Baca juga: MWA sebut transisi Rektor IPB berjalan tertib usai Arif Satria ke BRINBaca juga: Arif Satria: IPB miliki proyek strategis 2026-2029
Baca juga: IPB University luncurkan pusat inkubator bisnis halal
