Karawang (ANTARA) - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan pemetaan areal persawahan rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini dalam menghadapi prediksi kemarau panjang pada 2026.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman di Karawang, Kamis, mengatakan saat ini pihaknya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, dampak dari kemarau panjang.
Di antara upaya yang dilakukan ialah dengan memetakan titik areal persawahan yang rawan kekeringan saat kemarau, serta mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah sentra pertanian.
"Selain pemetaan, kami juga melakukan penguatan sistem peringatan dini, khususnya di area ujung saluran irigasi yang rentan mengalami kekurangan pasokan air," katanya.
Dengan sistem peringatan dini yang lebih baik, kata dia, maka petani diharapkan dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat saat terjadi kekurangan pasokan air di saluran irigasi.
Sebagai bagian dari upaya dalam menghadapi kemarau panjang di tahun ini, Dinas Pertanian setempat juga melakukan optimalisasi infrastruktur pertanian melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan sistem jaringan irigasi perpompaan di sejumlah wilayah sentra pertanian.
“Kami terus mendorong penguatan pompanisasi dan sistem perpipaan sebagai solusi distribusi air bagi lahan-lahan pertanian yang rawan terdampak kekeringan," katanya.
Menurut dia, percepatan masa tanam juga menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi kemarau panjang.
"Kami menyampaikan agar di musim kemarau ini petani menggunakan varietas padi tahan kekeringan dan berumur genjah agar masa panen tidak bertepatan dengan puncak musim kering," katanya.
Sementara itu, areal persawahan yang berpotensi terdampak kemarau panjang di Karawang ialah areal sawah yang berada di wilayah pesisir utara Karawang serta areal sawah di wilayah Karawang selatan.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026