Jakarta (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) University menjaga produktivitas dosen dan seluruh sivitas akademika selama kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk mencegah learning loss.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet mengemukakan selama pandemi COVID-19 sebagian besar siswa mengalami learning loss atau penurunan kemampuan belajar akibat gangguan proses pendidikan sebagai dampak dari pembelajaran dari rumah, yang menyebabkan keterbatasan akses pembelajaran.
"Kita tentu akan menjaga agar produktivitas tidak menurun, dari sisi kinerja, dan yang kedua tidak terjadi learning loss karena dengan pola pembelajaran kombinasi hibrida, baik secara daring maupun luring," ujar dia ditemui usai konferensi pers IPB Run 2026 di Jakarta, Kamis.
Untuk mencegah learning loss tersebut, Alim menyatakan pihaknya terus memastikan agar capaian pembelajaran dosen maupun mahasiswa tidak berkurang. Oleh karena itu, IPB University memberikan pilihan WFH di hari Senin dan Jumat.
Baca juga: Pramono telah teken SE tentang penerapan WFH ASN DKI setiap Jumat
Baca juga: Mendiktisaintek minta perguruan tinggi cermati mata kuliah untuk PJJ
"Karena kadang-kadang kita ada yang sampai Sabtu juga kuliah. Jadi, fakultas itu ada yang memilih Senin, sehingga kita fakultatif," katanya.
Terkait jadwal perkuliahan, Alim menegaskan untuk yang sifatnya praktikum tetap dilaksanakan secara luring karena harus tetap dilakukan di di laboratorium maupun tempat praktik pembelajaran lainnya.
"Tetapi yang kuliah secara umum, kalau di kelas itu kita pakai pendekatan online dan e-learning. Jadi, kita ada model yang sifatnya self-paced (mandiri) pembelajarannya," tutur Alim.
IPB University telah memberlakukan WFH sejak tanggal 6 April 2026 yang disambut positif oleh seluruh sivitas akademika maupun mahasiswa.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026