Makassar (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengapresiasi komitmen Universitas Hasanuddin memberikan jaminan bagi mahasiswa tidak akan mengalami putus kuliah dikarenakan persoalan biaya.

Staf Khusus Mendiktisaintek Ismail Hasani di Makassar, Sulsel,  Senin, mengatakan pihaknya percaya dengan model otonomi (PTNBH) yang diberikan melalui peraturan pemerintah tentang pembentukan Unhas sehingga Unhas mestinya bisa selalu mencari strategi untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kami tidak ingin mahasiswa putus kuliah karena keterbatasan. Unhas mestinya selalu mencari siasat, strategi guna memastikan tidak adanya mahasiswa-mahasiswa kita yang kesulitan pembiayaan" ujarnya mewakili Mendiktisaintek pada pelantikan Prof Jamaluddin Jompa (JJ) sebagai Rektor Unhas Periode 2026-2030 di Baruga AP Pettarani Unhas Tamalanrea, Makassar.

Baca juga: Rektor Universitas Hasanuddin ultimatum sanksi pemecatan bagi pengawas UTBK curang
Baca juga: IPN gandeng Universitas Hasanuddin perkuat riset bibit padi unggul
Baca juga: Universitas Hasanuddin bersiap implementasi kebijakan WFH secara fleksibal

Sebagai kampus otonom, kata dia, Unhas tentunya sudah teruji berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai sektor. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi persoalan mahasiswa yang harus putus kuliah akibat terkendala biaya.

Rektor Unhas Prof JJ dalam sambutan menegaskan dirinya pada periode keduanya ini kembali berkomitmen untuk menjamin biaya setiap mahasiswa agar bisa sampai sarjana.

Menurut dia, akses pendidikan harus tetap terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Termasuk tentunya kesiapan kampus menanggung biaya mahasiswa yang mengalami kendala finansial.

Prof JJ memastikan pihak kampus akan terus memperkuat berbagai skema bantuan, termasuk beasiswa dari berbagai pihak baik pemerintah dan swasta.

 



Pewarta: Abdul Kadir
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026