Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Banjir rob dari pasang Laut Jawa kembali merendam permukiman warga di lima desa se-Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan ketinggian muka air bervariasi antara 30 centimeter hingga mencapai satu meter.
Banjir tersebut tidak hanya merendam ribuan permukiman warga namun juga ruas-ruas jalan hingga fasilitas-fasilitas publik, menyebabkan aktivitas masyarakat pesisir itu nyaris lumpuh.
"Wilayah kami terparah, ada yang terendam sampai semeter. Aktivitas perekonomian terdampak karena sepeda motor terendam, tidak bisa melintas. Pengiriman barang terhambat. Kalau harus kirim siang, harga sudah turun," kata warga Desa Pantai Bahagia Ahmad Fadilah (28) di lokasi, Jumat.
Baca juga: Forkopimda Kabupaten Bekasi serahkan bantuan logistik korban rob Muaragembong
Baca juga: BPBD Bekasi kirim bantuan bagi warga terdampak banjir rob di Muaragembong
Ia mengaku banjir yang menghambat akses mobilitas juga mulai mempengaruhi kesehatan warga. Banyak korban banjir mengeluh gatal-gatal hingga kutu air pada kaki akibat terlalu lama beraktivitas dalam genangan.
Warga lain Warnata (41) menambahkan banjir rob turut merendam fasilitas publik. Sebanyak empat masjid di Desa Pantai Bahagia bahkan tidak dapat menggelar Shalat Jumat karena masih dikepung air.
"Pada hari ini, Masjid Nurul Falah tidak ada aktivitas Shalat Jumat karena terendam pasang rob dan luapan Sungai Citarum. Sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut," kata pria yang berprofesi selaku marbot Masjid Nurul Falah itu.
Baca juga: Jeritan warga Muaragembong Bekasi menanti penanganan serius pemerintah
Camat Muaragembong Sukarmawan menjelaskan sedikitnya ada 14.000 jiwa di lima desa berstatus terdampak banjir rob. Genangan air laut itu turut merendam ribuan hektare tambak milik warga.
Pihaknya terus berupaya meminta pertolongan kepada pemerintah daerah, PMI, BPBD maupun relawan meski belum semua warga menerima bantuan dimaksud.
Dirinya juga berharap pemerintah pusat mempercepat proyek pembangunan tembok raksasa atau giant seawall untuk menahan pasang air laut sekaligus meminimalisasi dampak banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong.
"Kami sangat berharap agar rencana pembangunan giant seawall segera direalisasikan agar banjir rob tidak terus berulang. Warga kini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah," kata dia.
