Depok (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Jawa Barat, sepanjang Januari hingga November tahun 2025 telah melaksanakan program pelatihan kewirausahaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang diikuti 500 peserta.
"Sebanyak 500 peserta telah mengikuti program pelatihan kewirausahaan UMKM," kata Kepala DKUM Kota Depok, Mohamad Thamrin di Depok, Jumat.
Thamrin mengatakan setelah pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan lanjutan selama empat bulan, termasuk fasilitasi perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Tak berhenti di situ, DKUM Depok juga membuka akses pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai mitra, mulai dari Indomaret, Bakti Karya, hingga jaringan gerai Dekranasda Depok yang berjumlah sekitar 10 toko.
Untuk mendukung akses permodalan, Pemerintah Kota Depok bersama Bank BJB meluncurkan Program SIKUAT atau Sistem Kredit Usaha Aman Terjangkau, dengan skema subsidi bunga 9 persen sehingga UMKM hanya perlu membayar bunga 1 persen.
Program ini resmi diluncurkan akhir November 2025 dan sudah dimanfaatkan oleh sedikitnya 10 UMKM.
DKUM Kota Depok juga menggelar Depok Expo 2025 sebagai puncak rangkaian program kewirausahaan sepanjang tahun 2025, sekaligus panggung bagi produk-produk terbaik hasil pelatihan, pendampingan dan inkubasi bisnis yang dilakukan DKUM Kota Depok.
Thamrin menjelaskan bahwa peserta yang tampil di Depok Expo tahun ini merupakan UMKM terpilih yang telah mengikuti pelatihan dan bimbingan intensif selama kurang lebih enam bulan, termasuk program inkubasi yang bekerja sama dengan Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University.
“Apa yang kami lakukan selama pelatihan, pendampingan, hingga inkubasi akhirnya terlihat hasilnya. Mereka tampil dengan produk-produk yang membanggakan,” ujarnya.
Selain pameran produk, Depok Expo 2025 juga menghadirkan kegiatan edukatif untuk menumbuhkan minat kewirausahaan sejak dini.
Ada lomba mewarnai, market day siswa SD, hingga kompetisi business planning untuk siswa SMP, SMA, dan SMK seluruhnya telah memasuki tahap final penilaian.
Di area pameran, sekitar 40 stan produk UMKM binaan DKUM dan peserta inkubasi IPB menampilkan karya-karya terbaik mereka.
Thamrin menyampaikan kebanggaannya karena banyak peserta menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan ada yang berhasil meningkatkan omzet hingga 200 persen dalam lima bulan terakhir.
“Program ini bukan hanya menghasilkan produk, tapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Depok Expo 2025 diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung sekaligus gerbang bagi UMKM Depok untuk menjangkau pasar lebih luas.
“Semoga kegiatan ini terus menjadi ruang tumbuhnya pelaku usaha kreatif yang akan menggerakkan ekonomi Kota Depok,” demikian Thamrin.
