Kabupaten Bogor (ANTARA) - Banjir merendam permukiman warga di Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat sore setelah tembok penahan tanah (TPT) di aliran Kali Cibagolo jebol akibat hujan yang berlangsung cukup lama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan pertama kali dilaporkan warga setengah jam kemudian.
“Hujan yang turun cukup lama menyebabkan penyumbatan aliran sungai, lalu TPT jebol dan air masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 03 dan RT 02 RW 10, Desa Pasir Jambu. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, dan penanganan awal.
Di RT 03, tercatat satu rumah mengalami rusak sedang milik Yusup yang dihuni satu keluarga berjumlah lima jiwa. Bagian dapur dan kamar tidur dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.
Masih di RT 03, dua rumah lainnya mengalami rusak ringan. Rumah milik Bardatun (1 KK/3 jiwa) ambles di bagian ruang tengah karena saluran air terdorong banjir. Sementara rumah milik Zaenal Muttaqin (1 KK/5 jiwa) juga terdampak meski masih dalam tahap pembangunan.
Total 15 unit rumah di RT 03 terdampak genangan dengan berbagai tingkat kerusakan. Sementara di RT 02, delapan rumah milik 8 KK atau 27 jiwa terendam banjir namun tidak mengalami kerusakan struktural.
BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa, warga mengungsi, maupun fasilitas umum yang terdampak pada kejadian ini. Seluruh penghuni tetap berada di rumah masing-masing.
TRC BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas, Damkar Kota Bogor, dan unsur RT/RW setempat melakukan pembersihan material dan memberikan edukasi kebencanaan kepada warga.
Adam menyebutkan bahwa wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat hujan deras. “Setiap hujan deras, wilayah ini berulang kali tergenang. Normalisasi aliran sungai menjadi kebutuhan mendesak agar tidak terus terulang,” katanya.
Saat ini air sudah surut dan sebagian material banjir di rumah warga telah dibersihkan. Namun BPBD menilai masih diperlukan penanganan lebih lanjut dari dinas terkait, khususnya perbaikan TPT dan saluran air.
Baca juga: Dinas PU Kota Sukabumi gerak cepat atasi banjir
Baca juga: Hujan sejak Jumat siang di Kota Bogor picu peningkatan debit Bendung Katulampa
