Istanbul (ANTARA) - Gunung es terbesar dunia, A23a, hanyut dari Antartika menuju Georgia Selatan, sebuah pulau terpencil di Inggris yang terkenal dengan keanekaragaman satwa liarnya.
Sekarang hanya berjarak 173 mil (280 km), gunung es tersebut berisiko kandas dan terpecah, berpotensi mengganggu tempat makan penguin dan anjing laut, seperti yang terlihat pada gunung es besar sebelumnya.
"Gunung es pada dasarnya berbahaya. Saya akan sangat senang jika gunung es ini benar-benar melewati kami," kata Kapten Laut Simon Wallace, berbicara kepada BBC News dari kapal pemerintah Georgia Selatan, Pharos, sebagaimana dilaporkan Anadolu pada Kamis.
Para ilmuwan, pelaut, dan nelayan di seluruh dunia sedang melacak pergerakan A23a melalui citra satelit.
Terlihat dari luar angkasa, gunung es tersebut secara bertahap terpecah-pecah dan dapat terbagi menjadi segmen-segmen besar kapan saja, menurut para ahli.
"Georgia Selatan terletak di jalur gunung es, sehingga dampak pada perikanan dan satwa liar dapat diperkirakan," kata ahli ekologi kelautan Mark Belchier yang memberikan nasihat kepada pemerintah Georgia Selatan.
Sumber : Anadolu