Sukabumi (Antara) - Pemerintah Kota Sukabumi menggelar tradisi budaya komunitas atau warga adat yang ada di Jawa Barat dan Banten dengan menggelar pentas seni yang diikuti oleh 15 komunitas adat kasepuhan.
Adapun ke 15 warga kasepuhan yang ikut dalam gelar tradisi komunitas budaya Se-Jabar dan Banten ini yakni Kasepuhan Cipta Gelar, Cipta Mulya, Rancakalong, Banceuy, Kampung Pulo, Giri Jaya, Cikondang, Kampung Dukuh, Kampung Naga, Kampung Kuta, Cicarucub, Lingkung Seni "Mekar Budaya" Sukabumi, Baduy, Sinar Resmi dan Cisungsang.
"Kegiata ini merupakan kerja sama Pemerintah Kota Sukabumi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang tujuannya untuk melestarikan tradisi yang ada di Jabar dan Banten serta memberikan pendidikan akan pentingnya budaya asli bangsa ini," kata Wali Kota Sukabumi, M Muraz kepada Antara, Rabu.
Menurut Muraz, kegiatan ini akan dilakukan selama empat hari dari 21 sampai 24 Agustus dan pihaknya juga merasa bangga karena Kota Sukabumi yang tidak memiliki lokasi wisata alam apalagi kasepuhan adat seperti yang ada di Kabupaten Sukabumi dan daerah lain bisa ditunjuk oleh Kemendikbud untuk menyelenggarakan acara ini.
Lebih lanjut, dalam acara juga menampilkan pentas seni dari masing-masing kasepuhan seperti lengser, calung, reog, debus, tarawangsa, gembyung, jipeng, gondang buhun, angklung, dog dog lojor, gendang pencak dan tradisi kebudayaan lainnya yang merupakan warisan kebudayaan nenek moyang.
Selain itu, dalam acara ini juga menampilkan kerajinan tangan dan kuliner khas dari masing-masing kasepuhan seperti Tenun Baduy, tas koja, ikat kepala Baduy, souvenir Baduy, dodol nanas, wajik nanas, opak, anyaman bambu, majun, tas kamote, ikat kepala Ciamisan, burayot, aseupan, kuluwung, hihid, kaneron, boboko, carangka, rijen, gelang dan lain-lain.
"Kegiatan ini memiliki arti yang luas sebagai pertunjukan kekayaan budaya yang bukan sekedar dilestarikan tetapi menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi berbasis ekonomi kreatif," tambahnya.
Sementara, Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud RI Kacung Marijan mengatakan kegiatan ini bukan hanya sebagai wisata saja tetapi harus lebih memberikan kontribusi pendidikan tentang pembelajaran kebudayaan. Sehingga masyarakat bisa bangga dan paham apa artinya kebudayaan daerah tersebut.
"Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dan baru diselenggarakan di Kota Sukabumi dan kami berharap dengan adanya pentas kebudayaan yang diikuti oleh warga adat atau kasepuhan yang ada di Jabar dan Banten bisa mengikis kebudayaan asing yang menyerang kebudayaan milik nenek moyang kita ini," kata Kacung.
Pada acara ini juga digelar pesta adat dari masing-masing kasepuhan seperti Seren Taun, Seba Baduy, Ampih Pare, Ngarempug, Ngarawut Bumi, Nyuguh, Nurunkeun Bayi Kabumi, Prah-Prahan, Mapag Taun, Wuku Taun, Maulud Nabi dan lain-lain.
Sukabumi gelar tradisi warga adat Jabar Banten
Rabu, 21 Agustus 2013 13:43 WIB
Pemkot Sukabumi (Istimewa)
"Kegiatan ini memiliki arti yang luas sebagai pertunjukan kekayaan budaya yang bukan sekedar dilestarikan tetapi menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi berbasis ekonomi kreatif,"
