Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut memprediksi puncak arus balik saat libur Tahun Baru 2026 di Kabupaten Garut, Jawa Barat akan terjadi Sabtu-Minggu (3-4/1) sehingga kepolisian akan mempersiapkan langkah antisipasi agar tidak terjadi kemacetan.
"Puncak arus balik diprediksi besok (Sabtu) dan lusa (Minggu) tanggal 3 dan 4 Desember," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Aang Andi Suhandi di Garut, Jumat.
Ia menuturkan musim libur panjang Natal dan Tahun Baru di Garut terpantau ramai arus lalu lintas kendaraan dari arah Bandung ke Garut terutama yang mengarah ke daerah destinasi wisata.
Arus balik kendaraan dari arah Garut menuju Bandung, kata dia, diprediksi akan cukup ramai pada Sabtu dan Minggu bersamaan dengan sudah berakhirnya libur Tahun Baru dan akhir pekan.
"Kita siapkan untuk langkah antisipasi puncak arus balik ini dengan menyiapkan personel, dan juga tim urai," katanya.
Baca juga: Jasamarga perbanyak layanan gardu ke arah Jakarta di Gerbang Tol Cikampek Utama
Baca juga: Petugas terapkan contraflow Tol Japek arah Jakarta atasi kepadatan arus balik Natal
Baca juga: Rest area KM 52 Tol Japek buka tutup pada arus balik libur panjang
Ia mengatakan, saat ini hari kedua awal tahun 2026 masih terpantau ramai dilintasi kendaraan bermotor, terutama arus yang mengarah ke Bandung di jalur persimpangan Sigobing.
Sedangkan daerah lainnya, kata dia, seperti jalur nasional lintas Malangbong-Limbangan terpantau lancar.
"Terjadi kepadatan sore hari di Sigobing saja, di daerah lain aman, dan kita melakukan 'one way' untuk mengurainya agar tidak terjadi kepadatan," katanya.
Ia menambahkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan arus balik untuk selalu mempersiapkan fisik dan juga pastikan kondisi kendaraannya prima.
Selama pengamanan ini, kata dia, pengendara juga tidak disarankan untuk menggunakan jalur alternatif yang menghubungkan Garut dengan Bandung karena risiko bahayanya cukup tinggi.
"Sebaiknya gunakan saja jalur utama yang lebih aman dan kami siap melakukan pengamanan dan pengaturan untuk kelancarannya," kata Aang.
