Kabupaten Bogor (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) University menawarkan model One Village One CEO (OVOC) sebagai pendekatan strategis untuk membangun ekosistem bisnis desa yang berkelanjutan melalui penguatan produk, inovasi, dan akses pasar.
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University Handian Purwawangsa dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Senin, mengatakan OVOC dirancang sebagai kerangka pengembangan koperasi desa agar mampu tumbuh secara konsisten dan berdaya saing.
“Produk yang kuat, inovasi yang relevan, dan akses pasar yang terbuka merupakan tiga kunci utama agar koperasi dan ekosistem bisnis desa dapat maju secara berkelanjutan,” kata Handian yang telah mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Semarang, Jawa Tengah.
Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan pada Kamis (5/2) oleh Kementerian Koperasi bersama Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari persiapan operasional KDKMP di daerah.
Dalam kesempatan itu, Handian memaparkan materi bertajuk OVOC: One Village One CEO – Optimalisasi Ekosistem Bisnis Desa Melalui Penguatan Produk, Inovasi, dan Pasar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan OVOC tidak hanya bertumpu pada figur CEO (kepala eksekutif usaha) desa, tetapi pada sistem bisnis yang terbangun secara utuh.
Menurut Handian, produk desa harus memiliki standar mutu yang jelas, diferensiasi yang kuat, serta mampu merepresentasikan potensi lokal secara ekonomis. Koperasi diposisikan sebagai pusat konsolidasi kualitas dan kuantitas produk desa.
Selain penguatan produk, inovasi juga menjadi kebutuhan mendesak agar bisnis desa mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Inovasi tersebut mencakup teknologi, proses produksi, model bisnis, hingga pemanfaatan digitalisasi.
“OVOC mendorong CEO desa menjadi motor inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar,” ujarnya.
Pilar penting lainnya adalah akses pasar. Handian menilai tanpa keterhubungan dengan pasar, bisnis desa tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu, kemitraan dengan offtaker, penguatan merek desa, serta integrasi dengan platform digital dinilai krusial.
IPB University, lanjut Handian, berkomitmen mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui pendampingan berbasis riset, penguatan ekosistem inovasi desa, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Usai rapat koordinasi, peserta melakukan kunjungan ke salah satu Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah yang pembangunan fisiknya telah rampung 100 persen untuk menilai kesiapan operasional serta memetakan potensi komoditas unggulan setempat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.