Kota Bandung (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza menyatakan Kota Bandung menjadi percontohan pelaksanaan program Jumat Bersih sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam gerakan nasional menjaga kebersihan lingkungan di sekolah.
“Pada Jumat pagi ini saya bersama Wali Kota Bandung Kang Farhan yang memiliki satu tujuan, yakni menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo saat koordinasi nasional di Sentul, yaitu mencanangkan gerakan Indonesia asri, sehat, resik, dan indah untuk di sekolah,” ujar Fajar di Bandung, Jumat.
Ia menyebutkan program Jumat Bersih juga merupakan arahan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong membersihkan lingkungan sekolah.
Baca juga: Kementerian LH gelar aksi Jumat Bersih di Cikarang Bekasi untuk jaga kebersihan
“Saya mendapat arahan dari Menteri Pendidikan, Bapak Abdul Mu’ti, tentang bagaimana menggerakkan kembali budaya Jumat bersih-bersih seperti dulu ketika saya masih SD. Kebiasaan ini ingin kita hidupkan kembali agar menjadi pembiasaan sejak dini,” katanya.
Menurut dia, pembiasaan tersebut penting untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada peserta didik, terutama terkait persoalan sampah yang saat ini menjadi perhatian nasional.
Fajar menambahkan Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat sampah, dengan produksi sampah harian yang besar sementara kemampuan pengolahan masih terbatas.
“Ada harapan dari Bapak Presiden agar melalui gerakan gotong royong ini tumbuh budaya peduli lingkungan di kalangan anak-anak sekolah dan berkembang teknologi pengolahan sampah,” ujarnya.
Baca juga: Kota Bogor diusulkan jadi percontohan nasional gerakan kebersihan lingkungan
Ia berharap program ini dapat mendorong anak-anak sejak dini memahami pemilahan sampah organik dan nonorganik, sehingga kebiasaan tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Di Kota Bandung, kata dia, Jumat Bersih diterjemahkan dalam program Pager Bersih atau Pelajar Bergerak Bersih-Bersih yang dinilai layak direplikasi di daerah lain.
“Ini merupakan inisiatif yang penting untuk diduplikasi oleh banyak daerah,” katanya.
