Jakarta (ANTARA) - Program operasi jantung gratis yang diselenggarakan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief) Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan RI mencerminkan hubungan yang erat antara kedua negara.
"Program operasi jantung gratis ini merefleksikan betapa erat dan pentingnya hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi di Jakarta, Jumat.
Dubes mengatakan kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi bukti perhatian Raja Salman kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Program KSRelief ini merupakan arahan langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud," katanya.
Dubes menilai bahwa selain sebagai kewajiban untuk memberikan bantuan kepada mereka yang menghadapi penyakit jantung, program KSRelief ini juga penting untuk meringankan beban pasien.
Dubes menambahkan bahwa kesuksesan program kemanusiaan ini berkat kerja sama yang baik antara tim medis KSRelief dan tim medis Indonesia terutama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita.
"Dengan izin Allah, Alhamdulillah program ini berjalan sukses berkat kerja sama tim medis dari kedua negara," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim medis KSRelief dan Pemerintah Indonesia sekaligus mendoakan kesembuhan bagi para pasien yang masih menjalani pengobatan.
Perwakilan tim KSRelief, Aljohara Hamzah menjelaskan bahwa timnya terdiri atas delapan dokter yakni tiga dokter bedah, dua dokter anestesi, dan tiga dokter perawatan intensif. "Tim kami juga diperkuat oleh lima perawat, dua perfusionist, dan dua respiratory therapist (RT)," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan apresiasi Pemerintah Indonesia kepada KSRelief atas bantuan yang diberikan kepada empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa dan 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.
"Ada dua hal dilakukan dalam tindakan operasi yang dibantu King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre di tiga rumah sakit di Indonesia yaitu Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Rumah Sakit Adam Malik di Medan dan Rumah Sakit Wahidin di Makassar yaitu kelainan jantung pada anak dan kelainan katup aorta," katanya.
Misi operasi jantung yang berlangsung pada 2-6 Februari itu, menangani empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa dan 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.
Selain bantuan tenaga medis tindakan operasi, KSRelief juga membantu penyediaan peralatan habis pakai dan obat-obatan operasi bedah penyakit jantung bawaan.
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026