Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Serang bagian timur hingga 8 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Jumat, mengatakan berdasarkan peringatan dini, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang masih mengintai.
"Masyarakat di sekitar lokasi rawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta siap melakukan evakuasi apabila terjadi kenaikan muka air dan aliran sungai yang terus meningkat," katanya.
Baca juga: 4.352 KK di Tangerang masih mengungsi akibat banjir
Baca juga: Waspada hujan lebat dan banjir rob di Banten pada 17--22 Januari
Ajat menjelaskan, hingga Jumat sore, sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi sudah kondusif. Namun, banjir masih menggenangi satu desa di Kecamatan Tanara dengan ketinggian muka air (TMA) berkisar 5 hingga 30 sentimeter.
Berdasarkan data rekapitulasi kejadian sejak 2 Januari hingga 6 Februari 2026, bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor telah melanda 92 desa di 28 kecamatan.
"Total warga terdampak mencapai 40.115 jiwa dari 12.046 Kepala Keluarga (KK). Peristiwa ini juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka," ujarnya.
Baca juga: Banjir di Kota Serang rendam 1.579 rumah dan 501 warga mengungsi
BPBD mencatat sebanyak 10.113 rumah terdampak, dengan rincian 92 rumah mengalami kerusakan fisik (ringan hingga berat) dan 42 fasilitas umum rusak. Saat ini, status penanganan bencana masih berada pada tahap Tanggap Darurat.
Terkait penanganan pasca bencana, Ajat mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan kendaraan operasional dan stok logistik.
"Kebutuhan mendesak saat ini antara lain alat penyedot air atau alkon, pasokan air bersih, kendaraan water supply, dan perlengkapan kebersihan," pungkas nya.
Pewarta: Desi Purnama SariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.