Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia mengapresiasi kehadiran Brexa Academy di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang yang berorientasi pada perlindungan dan kebutuhan pasar global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian P2MI Sri Andayani mengatakan kementeriannya memiliki mandat memastikan setiap peluang kerja internasional dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan calon pekerja migran Indonesia.

“Tugas kami adalah memastikan peluang kerja internasional dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip penempatan yang aman dan terlindungi,” kata Sri Andayani dalam kegiatan grand opening Brexa Academy di Wisma Hafid, Cileungsi, Kamis.

Ia menjelaskan fungsi P3KLN mencakup penguatan daya saing calon pekerja migran, perluasan peluang kerja melalui market intelligence, serta penyelarasan standar kompetensi nasional dengan kebutuhan pasar kerja global.

Baca juga: Universitas Diponegoro nyatakan kesiapan jadi penghubung penempatan PMI ke Jepang
Baca juga: DPR apresiasi persiapan komprehensif KP2MI sebelum rencana cabut moratorium

Menurut dia, langkah yang dilakukan Brexa Academy sejalan dengan visi pemerintah dalam menjembatani talenta muda Indonesia dengan dunia kerja internasional, terutama di tengah kondisi bonus demografi Indonesia dan tantangan kekurangan tenaga kerja di negara mitra strategis seperti Jepang.

Data Kementerian P2MI mencatat sejak 2025 hingga 4 Februari 2026 pemerintah telah menempatkan 319.198 pekerja migran Indonesia ke berbagai negara tujuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.983 orang ditempatkan di Jepang, menjadikan negara tersebut sebagai salah satu prioritas penempatan pekerja migran Indonesia.

Sri Andayani juga mengapresiasi investasi Brexa dalam membangun akademi pelatihan lintas negara di Bogor dengan kapasitas hingga 1.000 peserta pelatihan serta fasilitas yang disiapkan untuk kebutuhan kerja nyata melalui kolaborasi sektor swasta dan pemerintah.

“Kontribusi Brexa yang telah memfasilitasi sekitar 12 ribu peserta pelatihan, termasuk keterlibatan ratusan warga lokal Bogor, menunjukkan kolaborasi ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang menjanjikan,” ujarnya.

Baca juga: KemenP2MI jalin kerja sama sosialisasi keberangkatan PMI prosedural

Sementara itu, Presiden Direktur PT Brexa Holdings Yuya Ono mengatakan grand opening Brexa Academy di Cileungsi dilakukan dengan kapasitas awal 250 peserta, dengan pengembangan bertahap hingga mampu menampung 1.000 peserta pelatihan dengan standar kualitas yang sama atau lebih tinggi.

Ia menyebutkan Brexa menargetkan pemberangkatan sekitar 3.500 peserta pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 4.000 peserta pada 2026, yang disiapkan melalui pelatihan selama enam hingga 12 bulan sesuai dengan jenis pekerjaan.

Menurut Yuya, pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembekalan etika kerja, budaya, serta aturan sosial di Jepang, termasuk penggunaan media sosial, larangan judi daring, dan disiplin kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran lintas budaya menjadi kunci agar pekerja yang diberangkatkan mampu beradaptasi dan menjaga reputasi pekerja Indonesia di Jepang,” kata Yuya.

Ia menambahkan Brexa saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 170 sekolah di berbagai daerah sebagai bagian dari sistem pelatihan berjenjang sebelum peserta diberangkatkan ke Jepang, dengan sektor kebutuhan tenaga kerja meliputi otomotif, manufaktur, makanan, hingga konstruksi.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026