Tanjungpinang (ANTARA) - Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang menggelar penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua Umum KJK Ady Indra Pewennari mengatakan penanaman mangrove ini dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat dan lingkungan.

"Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan," kata Ady usai penanaman mangrove di Bintan, Minggu.

Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu tanam 1.000 mangrove jaga keberlangsungan ekosistem pesisir

Menurutnya mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari abrasi dan dampak perubahan iklim.

Selain itu, mangrove jadi penopang kehidupan pesisir karena kemampuannya menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida secara efektif, bahkan mampu menyimpan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis.

Ady mengungkapkan kegiatan penanaman mangrove di Bintan dimulai sejak tahun 2010 dan terus berlanjut hingga saat ini bersama masyarakat setempat serta para pecinta mangrove dari Jepang.

"Kalau dihitung secara luasan, kurang lebih sudah 100 hektare dengan sekitar 500 ribu batang mangrove jenis bakau yang telah kami tanam di kawasan ini," ungkapnya.

Tingginya tingkat keberhasilan penanaman mangrove di Sungai Tiram, lanjut Ady, membuat kawasan ini sering dijadikan lokasi studi banding oleh berbagai pihak dari sejumlah daerah provinsi di Indonesia.

Baca juga: Undiksha tanam mangrove lestarikan pesisir pantai Sumberkima Bali

Pihaknya menggunakan bibit setempat dan tidak asal menanam. Mangrove yang ditanam dirawat dan dijaga hingga bisa tumbuh mandiri, namun tetap membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

"Ahamdulillah, semua terasa ringan karena dikerjakan dengan penuh cinta dan didukung banyak pihak, termasuk teman-teman pecinta mangrove dari Jepang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPDAD Sei Jang Duriangkang Haris Sofyan Hendriyanto mengapresiasi KJK atas konsistensinya dalam kegiatan penanaman mangrove.

Ia menegaskan hutan mangrove merupakan benteng terakhir dalam perlindungan dari abrasi dan berbagai bencana pesisir lainnya.

Menurutnya luas hutan mangrove di Provinsi Kepri sekitar 66,9 ribu hektare. Terdiri dari kategori lebat seluas 61 ribu hektare, kategori sedang 3 ribu hektare, dan kategori jarang 2 ribu hektare. Untuk kategori jarang ini yang perlu kita rehabilitasi

Baca juga: Tol Bakter tanam 1.000 bibit mangrove di lokasi konservasi Lampung Selatan

"Kami berharap kegiatan penanaman mangrove ini dapat terus berkelanjutan," ujar Haris.

Pencinta Mangrove dari Jepang Naoto Akune menambahkan hutan mangrove ini bisa menciptakan udara yang bersih dan baik untuk kesehatan. Pihaknya sangat mendukung program tanam mangrove di Indonesia, termasuk di Bintan.

Ia berharap tak hanya dalam skala kecil, namun penanaman mangrove bisa dilakukan dalam skala yang besar dan berkesinambungan.

"Tanam mangrove sekarang, dampak positifnya bisa dirasakan anak cucu kita di masa-masa mendatang," katanya.

 



Pewarta: Ogen
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026