Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan 12 titik pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang tersebar pada sejumlah wilayah kecamatan di daerah itu pada Jumat (20/3) mendatang.
Sekretaris PDM Kabupaten Bekasi Ferryal Abadi mengatakan beberapa titik utama yang telah disiapkan antara lain Kantor PDM di kawasan Metland Tambun, area perempatan Go Wet Waterpark Grand Wisata serta area lapangan fasilitas sosial di wilayah Cikarang Baru.
"Lokasi di fasos (fasilitas sosial) di sekolah juga seperti SD Muhammadiyah 01 Setu dan SD Muhammadiyah 02 Tambun Utara yang juga akan difungsikan sebagai lokasi pelaksanaan salat," katanya di Cikarang, Rabu.
Dirinya memastikan seluruh fasilitas yang disiapkan untuk Shalat Idul Fitri tidak hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Muhammadiyah Kaltim siapkan 75 titik Shalat Id pada Hari Raya Idul Fitri berkonsep Lebaran Hijau
"Dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah, Muhammadiyah Kabupaten Bekasi menyiapkan minimal 12 lokasi untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Lokasi ini terbuka tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat umum," katanya.
Ia menjelaskan keputusan Hari Raya Idul Fitri pada 20 Maret 2026 didasarkan metode hisab dengan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai bagian dari upaya menyelaraskan penanggalan Islam di seluruh dunia agar memiliki kesatuan waktu lebih pasti.
"Penerapan KHGT merupakan bentuk komitmen menuju penyatuan sistem kalender Hijriah di dunia. Saat ini memang belum ada sistem yang sepenuhnya menyatukan penanggalan Hijriah secara global seperti kalender Masehi," ucapnya.
Baca juga: Ratusan jamaah Shalat Id di kantor Muhammadiyah Bekasi
Dia berpesan apabila terjadi perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri agar bisa disikapi dengan bijak dan penuh toleransi, mengingat perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan dan dipermasalahkan karena masyarakat tentu mempunyai keyakinan masing-masing.
"Kita harus saling menghargai perbedaan tersebut, metode hilal maupun metode rukyat itu semua ada tuntunannya dalam Al Quran. Karena itu, mari kita sikapi dengan saling menghargai dan menghormati, jangan sampai memecah belah umat Islam yang akan merugikan umat Islam itu sendiri, khususnya di Kabupaten Bekasi," katanya.
Ferryal juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan kepedulian sosial terhadap rakyat Palestina serta tetap waspada selama masa mudik Lebaran agar perjalanan berlangsung aman.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026