Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta bantuan kepolisian sebagai imbas maraknya kasus pencurian komponen penerangan jalan umum (PJU) sambil terus melakukan penanganan serta perbaikan untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dishub Kabupaten Bekasi Deni Hendra mengungkapkan hasil pendataan di lapangan menunjukkan kehilangan terbanyak terjadi pada komponen suku cadang PJU seperti kabel dan panel kontrol, termasuk di ruas jalan nasional hingga provinsi.
"Untuk mengantisipasi pencurian, kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Setiap ada laporan kehilangan, kami meminta bantuan patroli dari kepolisian sektor terdekat," katanya di Cikarang, Sabtu.
Dia mengaku tindak pencurian seperti yang belum lama ini terjadi pada PJU di Ruas Jalan Kalimalang kini telah diantisipasi melalui patroli polisi secara berkala seiring upaya perbaikan dan pemeliharaan serta sosialisasi kepada warga untuk turut menjaga fasilitas umum tersebut.
Ia menyatakan dampak dari pencurian PJU sangat dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari. Banyak aduan yang masuk melalui media sosial maupun kanal pengaduan resmi pemerintah daerah.
"Sekarang aduan banyak sekali, baik lewat laporan AA maupun media sosial seperti Instagram. Setelah kita tindak lanjuti dan diperbaiki, ternyata hilang lagi, lalu masyarakat komplain lagi," ujarnya.
Deni menjelaskan meski berada di ruas jalan nasional maupun provinsi yang mengakibatkan pengelolaan tidak dapat dilakukan secara penuh namun pihaknya tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang tersedia demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
"Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami coba perbaiki dari aset yang kami miliki. Banyak kabel ukuran kecil dan itu rawan dicuri. Dari wilayah Kantor KPU di Kedungwaringin sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang," katanya.
Kasus pencurian juga terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi lain, mulai dari Taman Kalimalang hingga Stasiun Lemahabang. Akibatnya, lampu PJU kerap kembali padam meski baru saja diperbaiki.
"Sudah kita perbaiki, tapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan," ucapnya.
Dirinya menyebut sebagian besar kabel dicuri merupakan jenis NYY yang memiliki nilai jual tinggi sehingga pihaknya turut mempertimbangkan pemakaian alternatif material serta melakukan kajian agar perbaikan tidak terus berulang.
"Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus pakai kabel yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi," katanya.
Pihaknya kini juga lebih aktif melakukan sosialisasi setiap penanganan aduan melalui media sosial agar masyarakat mengetahui bahwa laporan mereka sudah ditindaklanjuti.
"Kami sampaikan di media sosial setiap ada penanganan. Kalau kemudian mati lagi, kami jelaskan bahwa itu akibat pencurian. Kami sudah berupaya maksimal, tapi tidak bisa menjaga 24 jam," ujarnya.
Deni juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum, khususnya PJU yang berfungsi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
"PJU ini fasilitas umum dan perlengkapan jalan demi keselamatan masyarakat. Kalau lampu mati, apalagi kondisi jalan rusak akibat hujan, risiko kecelakaan jadi tinggi. Belum lagi potensi kejahatan jalanan," katanya.
Menurut dia pencurian fasilitas umum pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri, karena berdampak pada keamanan dan kenyamanan bersama.
"Kami mohon masyarakat saling menjaga. Pemerintah sudah berupaya melayani, tapi perlu dukungan semua pihak agar fasilitas yang sudah dipasang tidak dirusak atau dicuri," ucap dia.
Masyarakat dapat mengakses layanan pengaduan terkait PJU melalui media sosial resmi Dishub Kabupaten Bekasi di akun Instagram, TikTok maupun Facebook.
