Karawang (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan setiap potensi gangguan pada perkerasan jalan atau jalan berlubang dapat teridentifikasi sejak dini melalui inspeksi lapangan yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh di tengah dinamika kondisi cuaca.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Sabtu menyampaikan PT JTT terus memperkuat langkah respons cepat dan pemeliharaan intensif pada sejumlah segmen prioritas di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan inspeksi kondisi jalan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan tol guna menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Menurut dia, potensi gangguan pada perkerasan jalan atau jalan berlubang dapat teridentifikasi sejak dini melalui inspeksi lapangan yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh. JTT memperhatikan hal itu mengingat curah hujan yang masih terjadi secara berkala di sejumlah wilayah operasional.

Hasil pemantauan kondisi ruas jalan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemeliharaan yang dilaksanakan secara terukur, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas.

Sebagai bagian dari rangkaian pemeliharaan berkelanjutan tersebut, JTT secara konsisten melaksanakan pekerjaan penanganan dan patching jalan di sejumlah segmen prioritas.

Seluruh pekerjaan, katanya, dilakukan dengan pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi serta pengamanan sesuai standar operasional, sehingga layanan jalan tol tetap berjalan dan dapat dilalui dengan aman selama proses pekerjaan berlangsung.

Sebagai realisasi kegiatan pemeliharaan, pada Kamis (5/2), JTT melaksanakan pekerjaan patching pada 213 titik di Jalur A arah Cikampek dengan cakupan KM 10+250 hingga KM 49+580, serta 103 titik di Jalur B arah Jakarta dengan cakupan KM 66+300 hingga KM 13+500, termasuk akses masuk on ramp dan off ramp.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan JTT dalam menjaga kualitas perkerasan jalan serta memastikan keandalan layanan di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Sebagai langkah lanjutan, pada Jumat (6/2), JTT menyiapkan rencana pelaksanaan pekerjaan patching lanjutan di sejumlah segmen prioritas berdasarkan hasil evaluasi serta inspeksi lapangan terkini.

Pekerjaan tersebut mencakup 49 titik di Jalur A arah Cikampek dengan rentang KM 19+900 hingga KM 67+585, serta 46 titik di Jalur B arah Jakarta dengan rentang KM 37+150 hingga KM 10+575.

Seluruh pekerjaan direncanakan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran arus lalu lintas.

Seluruh segmen yang telah ditangani tetap berada dalam pengawasan intensif melalui inspeksi lapangan rutin guna memastikan kondisi perkerasan jalan tetap laik dan aman dilintasi pengguna jalan.

JTT memahami kenyamanan dan rasa aman selama perjalanan menjadi harapan utama pengguna jalan tol. Karena itu, setiap kegiatan pemeliharaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kepentingan dan pengalaman perjalanan pengguna jalan.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasional, JTT menyiagakan personel di lapangan selama 24 jam guna memastikan respons cepat apabila ditemukan kondisi jalan yang memerlukan penanganan lanjutan.

JTT juga terus memperkuat koordinasi internal, memastikan kesiapan peralatan dan material, serta mengoptimalkan fasilitas keselamatan jalan dan layanan informasi bagi pengguna jalan. Strategi operasional JTT senantiasa disesuaikan dengan dinamika kondisi di lapangan.

JTT menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung. (KR-MAK)



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026