Karawang (ANTARA) - Polres Karawang kembang penyelidikan kasus penemuan mayat seorang remaja dengan luka pada bagian leher di bantaran Sungai Citarum di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

"Petugas dari Polsek Batujaya dan Polres Karawang telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) atas penemuan mayat remaja laki-laki itu," kata Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan, di Karawang, Senin.

Ia menyampaikan, korban diketahui berinisial AF (15), tercatat sebagai seorang pelajar asal Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Karawang.

Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh salah seorang warga bernama Obang Sobari pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu Obang sedang mencari jantung pisang di sekitar bantaran sungai, tapi tiba-tiba ia justru menemukan mayat korban. 

"Kami menerima laporan adanya penemuan mayat dari warga, setelah itu  anggota Pamapta Polres Karawang beserta personel Polsek Batujaya dan  Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Karawang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan penanganan lebih lanjut," katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk menonton bareng pertandingan sepak bola Persib melawan Persija pada Minggu (10/5). Korban keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX. 

Hingga Minggu sore, korban tidak juga pulang, dan telepon selulernya tidak dapat dihubungi hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup di bawah tanggul bantaran Sungai Citarum dan ditemukan luka pada bagian leher. 

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk dilakukan autopsi.

Sebelumnya beredar kabar di sejumlah media sosial, korban yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bantaran Sungai Citarum.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atas peristiwa itu, dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak kepolisian.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026