Jakarta (ANTARA) - Terkuaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh SS terhadap anak-anak di Kisaran, Kabuoaten Asahan, Sumatera Utara memunculkan fakta baru. Korban ternyata lebih dari empat orang—sebagaimana disampaikan sebelumnya.
Hal itu terkonfirmasi dari kunjungan Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, anggota DPR RI dari Dapil III Sumut.
Ia sejak beberapa waktu lalu mengawal kasus ini, termasuk melaporkan ke polisi dan KPAI di Jakarta.
Pada Senin,16/2/2026, Doli Kurnia, yang juga Wakil Ketua Baleg DPR RI, kembali datang ke Asahan untuk bertemu dengan para korban lainnya.
“Saya memang langsung terbang dari Jakarta untuk bertemu dengan orang tua dan anak-anak itu, setelah mendapat informasi, ternyata sudah ada 8 anak lagi yang mengaku menjadi korban dari pelaku,” ungkapnya.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Asahan, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Asahan, Fadhli, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu berdialog langsung dengan para orang tua anak.
Setelah mendengar pengakuan dari orang tua para korban, Doli menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dialami anak-anak.
Lebih lanjut, politisi yang akrab dengan sapaan ADK itu menegaskan beberapa langkah yang akan diambil ke depan.
Pertama, dia berkomitmen untuk terus bersama-sama orang tua untuk membantu proses pemulihan trauma bagi anak-anak.
Kedua, Presidium KAHMI itu juga menguatkan hati dan memberi semangat kepada para orang tua untuk tidak boleh takut, malu dan ragu-ragu untuk mengungkap kejadian biadab itu.
Bahkan ia meminta kepada para orang tua yang hadir untuk mengajak orang-orang tua lain yang diketahui anaknya juga menjadi korban.
Ketiga, Doli juga mengajak orang tua korban yang belum terbuka untuk melaporkan tersangka ke pihak kepolisian.
Setelah berdialog selama kurang lebih dua jam, para orang tua korban akhirnya sepakat untuk melaporkan SS ke Polres Asahan, dengan didampingi Ahmad Doli Kurnia.
“Memang saya sudah buat janji dengan Kapolres untuk datang ke Kantor Polres. Tadinya saya ingin menguatkan dan memberikan dukungan penuh kepada pihak Polres untuk memproses segera dan secepat mungkin, kemudian memastikan agar tersangka diberi sanksi hukuman yang seberat-beratnya. Namun, berdasarkan kesepakatan, para orang tua meminta saya untuk mengantarkan mereka dan juga memberikan laporan tambahan,” tambahnya.
Doli juga menegaskan bahwa anak-anak tersebut betul merupakan tanggung jawab para orang tua masing-masing. Namun, konstitusi menyatakan bahwa setiap anak Indonesia juga menjadi tanggung jawab negara, dalam hal ini pemerintah.
“Jadi saya sebagai wakil pemerintah juga merasa punya tanggung jawab kepada mereka. Karena mereka, anak-anak Asahan, anak-anak Indonesia, adalah masa depan bangsa dan negara kita. Jadi kita semua punya tanggung jawab terhadap mereka," katanya.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa, mari kita sama-sama lawan penyakit ini. Terakhir, saya nyatakan kepada kalian, para predator anak: saya akan menghadapi kalian, siapa pun kalian. Saya akan perang melawan kalian.
Ahmad Doli Kurnia siap perangi predator anak
Selasa, 17 Februari 2026 20:32 WIB
Ahmad Doli Kurnia siap perangi predator anak. ANTARA/Dok pribadi
