Kota Bogor (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Pemerintah Kota Bogor menggelar simulasi evakuasi medis udara di Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, guna meningkatkan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat. 

Simulasi yang dilaksanakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta itu melibatkan satu helikopter Rescue HR-3606 milik Satuan Udara Basarnas serta tiga perahu karet bermesin tempel untuk mendukung proses evakuasi korban.

Dalam skenario latihan, tim gabungan mensimulasikan penanganan korban kritis akibat banjir bandang di kawasan permukiman yang sulit dijangkau. Setelah menerima laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengerahkan personel dan satuan udara guna mempercepat pencarian serta evakuasi korban.

Baca juga: Tim gabungan berhasil evakuasi balita hanyut di Sungai Ciliwung Bogor pada Sabtu
Baca juga: Tim gabungan berupaya mencari balita hanyut di Sungai Ciliwung Bogor

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan kegiatan simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menangani keadaan darurat, termasuk evakuasi melalui jalur udara.

“Sehingga dengan keberadaan Basarnas di Bogor dan Lanud ATS, ini menjadi bagian dari satu kekuatan, sinergi, dan kolaborasi lintas instansi untuk memastikan keselamatan warga. Jika terjadi sesuatu, penanganan bisa disiapkan dengan baik dan cepat,” katanya.

Dalam simulasi tersebut, tim berhasil mengevakuasi tiga korban dengan skema berbeda. Satu korban dievakuasi menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya diangkat menggunakan helikopter yang dioperasikan oleh Komandan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta Letnan Kolonel Pnb Resque Pambudi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan simulasi itu dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa siaga Lebaran 2026.

Baca juga: Basarnas resmikan pos Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan di Kota Bogor

“Kami mengadakan simulasi evakuasi udara menggunakan helikopter dengan skenario seolah-olah kejadian berada di atas air, bisa di sungai, laut, maupun danau. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk melaksanakan latihan ini secara bersama, karena kami bertugas untuk selalu siaga selama 24 jam,” katanya.

Menurut Desiana, evakuasi melalui jalur udara menjadi salah satu metode penting untuk mempercepat penanganan korban kritis, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun air.

Ia menambahkan satuan udara Basarnas juga memiliki pengalaman dalam operasi penyelamatan, di antaranya melakukan evakuasi anak buah kapal di laut lepas ketika kru kapal dalam kondisi kritis.

Simulasi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bogor serta unsur wilayah yang mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan evakuasi medis udara dalam situasi darurat. 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026