Kota Bogor (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menyatakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk membuka wawasan generasi muda bahwa masa depan bangsa Indonesia di tangan mereka.

“Jadi memang tidak salah hari ini kita bahagia mengadakan acara Sanlat (Pesantren Kilat) Ramadhan yang sungguh sangat luar biasa. Mudah-mudahan generasi muda zaman sekarang terbuka wawasannya bahwa masa depan bangsa ada di tangan teman-teman sendiri, baik laki-laki maupun perempuan,” katanya saat memberikan motivasi kepada sekitar 100 mahasiswa, pelajar SMA/SMK, dan santri di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat di Bogor, Rabu.

Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah mengusung tema “Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani” dengan difasilitasi DPRD Kota Bogor.

Baca juga: Kolaborasi Jurnalis gelar Sanlat Ramadhan usung tema lingkungan dan pangan

Ia menilai pemuda pilar kebangkitan bangsa yang selalu menjadi kekuatan utama dalam setiap gerakan perubahan, termasuk dalam sejarah perjuangan Indonesia.

“Dalam setiap kebangkitan, pemuda selalu menjadi rahasia kekuatannya. Kalau kita melihat sejarah Indonesia, ada dorongan besar dari gerakan pemuda yang menggerakkan momentum menuju proklamasi,” ujarnya.

Menurut dia, fenomena peran pemuda sebagai penggerak perubahan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya generasi muda membekali diri dengan nilai-nilai positif agar perubahan yang terjadi dapat membawa bangsa ke arah yang lebih baik.

“Yang ingin saya sampaikan kepada adik-adik semua, masa depan ada di tangan kalian. Indonesia ke depan seperti apa sangat bergantung pada bagaimana kalian berpikir dan berimajinasi tentang Indonesia tahun 2045,” katanya.

Baca juga: Salam UI bantu ratusan anak yatim melalui program Pelita Ramadhan Berbagi

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk memperkuat landasan spiritual melalui pembelajaran Al Quran sebagai pedoman hidup.

“Harus banyak membekali diri, banyak mengaji. Tentu yang utama bagi kita sebagai Muslim adalah mengaji Al Quran sebagai petunjuk hidup,” kata Adityawarman.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Yayasan Al Bahjah Bogor sekaligus pemilik Dr Chiken Kukuh Galih Waskita yang memberikan materi motivasi kepada peserta, Muhammad Firmandana dari Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) membahas topik mengenai kecerdasan buatan, termasuk manfaat dan potensi risikonya.

Selain itu, Manager Marketing Communication Aviary Park Indonesia Fajar Muharam memaparkan materi mengenai konservasi satwa serta pengembangan objek wisata berbasis edukasi.

Baca juga: Serikat Pekerja Antara gelar Sanlat untuk Gen Z

Hadir pula, Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA Bayu Prasetyo mewakili Dirut LKBN ANTARA Dr (Cand) Benny Siga Butarbutar pada acara tersebut.

Pesantren Kilat Ramadhan terselenggara melalui kolaborasi Komunitas Wartawan Jabodetabek bersama sejumlah mitra, di antaranya Taman Safari Indonesia Bogor, Tatajabar, Cibinong Center Industrial Estate, Perum LKBN ANTARA, Indocement, YBM BRILian, Pupuk Indonesia Niaga, Alfamart, The Jungle, AQUA, PT Saraswanti Indo Genetech, Lezza, Aviary Park Indonesia, dan BAMUIS BNI.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026