Istanbul (ANTARA) - Pusat operasi keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, UKMTO, menerima laporan sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada Rabu dini hari waktu setempat.

Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah peristiwa serupa menimpa kapal lain di jalur pelayaran strategis tersebut, demikian menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).

UKMTO menerima laporan sebuah kapal pengangkut curah dihantam oleh proyektil tidak dikenal sekitar 50 mil laut (sekitar 93 kilometer) di barat laut Ras Al Khaimah, di Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Menkeu paparkan risiko ekonomi RI imbas perang AS dan Iran
Baca juga: AS telah hancurkan 10 kapal penebar ranjau Iran

Setelah dihantam proyektil, kapten kapal kemudian melapor kepada badan pemantauan keamanan maritim yang berbasis di Inggris.

Tidak ada laporan kerusakan lingkungan serta awak kapal dilaporkan selamat dan tidak terluka, menurut pemberitahuan tersebut.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan dan kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut disarankan untuk berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun.

Insiden terbaru itu terjadi menyusul laporan lain sebelumnya, di hari yang sama, tentang sebuah kapal kargo yang terkena proyektil tidak dikenal di jalur perairan strategis tersebut.

Baca juga: IRGC jamin berikan hak lintas di Hormuz bagi negara yang usir dubes AS dan Israel

Selat Hormuz dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan di selat itu telah mendorong harga minyak naik sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Eskalasi di kawasan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Sumber: Anadolu



Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026