Jakarta (ANTARA) - Grup musik Killing Me Inside Re:union merilis lagu baru berjudul "Senyawa dan Candu", yang tersedia di platform-platform musik digital mulai 13 Februari 2026.
Musisi Onadio Leonardo menulis lagu itu saat menjalani pemulihan di tempat rehabilitasi setelah terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.
"Saat rehab, gue enggak tahu mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi," kata Onad dalam siaran pers grup di Jakarta pada Jumat.
"Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal," katanya.
Baca juga: Padi Reborn rilis single baru berjudul "Ego" usai 28 tahun berkarya
Personel Killing Me Inside Re:union yang lain menyambut positif lagu tersebut.
"Mereka langsung terima, katanya 'Ini lo banget sih'," kata Onad.
"Akhirnya kayak 'ya udah ini pas banget sih' mereka bilang: 'personal, momennya lagi dapat, lo baru cabut dari rehab, let’s go'," ia menambahkan.
Anggota grup yang lain, Sansan (vokalis) dan Raka (gitaris), kemudian membantu penggarapan musik "Senyawa dan Candu." Rudye, eks-personel Killing Me Inside, juga turut membantu.
"Setelah bertahun-tahun tidak membuat lagu dengan Bahasa Indonesia, akhirnya kejadian juga waktu kami mau rebranding. Kayak waktu itu dari era 'The Tormented' ke 'Biarlah'... dan kayaknya itu deh yang kami suka," kata Onad.
Baca juga: OKAAY rilis single terbaru "Temukan Bahagia", perpisahan jalan terbaik
Killing Me Inside Re:union selanjutnya berencana merilis Extended Play (EP).
"Killing Me kan (merilis) single melulu. Nah udah lama nih kita enggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:Union," kata Onad.
