Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan melakukan skrining kesehatan jiwa para siswa, khususnya sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan di Banjarmasin, Kamis, menyampaikan, program CKG dari Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bagi masyarakat umum, namun digalakkan juga ke sekolah-sekolah.
Seperti tahun lalu, ungkap dia, program CKG menyasar ke sekolah-sekolah dengan sistem jemput bola, para tenaga kesehatan langsung datang ke sekolah untuk skrining kesehatan siswa dari tingkat SD hingga SMA.
"Tahun lalu banyak pemeriksaan kesehatan fisik, tahun ini ditambah skrining kesehatan jiwa," ujar Ramadhan.
Baca juga: Kemenkes ajak para petani dan masyarakat ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Baca juga: Menkes sebut CKG mampu perkaya data BGSI untuk kembangkan pengobatan presisi
Dia mengatakan, untuk skrining kesehatan jiwa siswa tingkat SMA sederajat, sampel sementara sebanyak 167 siswa yang diperiksa, hasilnya ada yang cukup mengkhawatirkan.
"Karena dari data sebanyak 117 siswa atau 70 persen tidak menunjukkan gejala gangguan jiwa, 33 siswa atau 20 persen menunjukkan gejala ringan dan 17 siswa atau 17 persen menunjukkan gejala berat," ucapnya.
"Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya lagi.
Temuan ini, ungkap Ramadhan, menandakan persoalan kesehatan pelajar tidak lagi sebatas penyakit ringan, tetapi mulai mengarah pada penyakit tidak menular yang berisiko jangka panjang.
Sehingga hasil dari CKG tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya, agar dapat menindaklanjuti gejala maupun penyakit yang sudah dimiliki setiap anak.
Baca juga: Mendikdasmen: Program CKG bentuk kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah
Ramadhan menyebut, CKG merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi generasi masa depan melalui mitigasi preventif, deteksi dini, dan edukasi kesehatan sejak usia sekolah.
Dengan mengetahui hasil CKG, anak-anak bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya dan segera ditindaklanjuti. “Ini penting agar mereka tumbuh sehat secara fisik dan mental," katanya.
Sementara itu, capaian program CKG tahun 2025, untuk jenjang SD 56,9 persen, SMP 56,2 persen dan SMA 50,4 persen.
Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah penyakit terbanyak pada pelajar yakni karies gigi, anemia, diabetes melitus (DM) tipe 2, prahipertensi dan scabies.
