Karawang (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan penanganan pergeseran tanah untuk menjaga stabilitas lereng di Off Ramp Karawang Barat 2 Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Karawang, Selasa, mengatakan penanganan stabilitas lereng menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan, khususnya saat cuaca dengan curah hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah operasional.
"Kami memahami kondisi curah hujan yang terjadi secara berkala dapat mempengaruhi stabilitas tanah di beberapa titik infrastruktur jalan tol," katanya.
Atas hal tersebut, JTT melakukan pemantauan secara intensif serta penanganan teknis secara bertahap untuk memastikan lereng tetap stabil dan aman dilintasi. Sebab setiap perjalanan pengguna jalan bukan sekadar mobilitas, tetapi juga tentang rasa aman dan kenyamanan selama perjalanan berlangsung.
Baca juga: Jasamarga pastikan gangguan jalan berlubang sudah teridentifikasi
Penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi lereng yang dilakukan secara berkala. Sebagai langkah awal, JTT telah melaksanakan pembersihan area pada lokasi pergeseran tanah guna mendukung proses investigasi teknis lanjutan.
Selanjutnya JTT melakukan soil investigation menggunakan metode borehole untuk mengetahui karakteristik tanah serta mengidentifikasi kedalaman dan pola pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Disebutkan, sesuai dengan hasil investigasi, teridentifikasi dua titik lokasi pergerakan tanah yang menjadi fokus penanganan lanjutan.
Sebagai bagian dari upaya penguatan struktur lereng, JTT juga telah melaksanakan stake out guna menentukan rencana pembangunan saluran baru pada sisi luar serta kaki lereng (kaki slope) untuk meningkatkan sistem drainase.
Baca juga: Jasamarga tingkatkan penanganan jalan berlubang di ruas Tol Jakarta-Cikampek
Rencana penanganan tersebut memanfaatkan area di luar Right of Way (ROW) dengan lebar sekitar ±4,5 meter dari batas ROW guna memastikan efektivitas pengendalian aliran air serta stabilitas tanah di sekitar lokasi.
Menurut dia, seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan dan petugas di lapangan. Hingga 9 Februari 2026, pekerjaan penanganan awal berjalan sesuai dengan rencana dan terus berada dalam pengawasan intensif melalui inspeksi lapangan rutin.
Ria menyampaikan, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi gangguan layanan sejak dini.
“Petugas kami terus melakukan inspeksi rutin, khususnya pada area yang berpotensi terdampak kondisi cuaca.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026