Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan komitmen menyiapkan lahan dan sampah untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
“Kami menyiapkan tanah nanti Badung menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan sehingga lahan itu siap saat rencana groundbreaking PSEL Maret ini,” ucap Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara usai rapat tertutup yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster.
Jaya Negara di Denpasar, Selasa menjelaskan, untuk proyek PSEL milik Danantara itu nantinya akan memanfaatkan lahan Pemkot Denpasar yang dikerjasamakan dengan PT Pelindo di kawasan Denpasar Selatan.
“Itu tidak di mangrove, kami membangun di lahan kami yang dikerjasamakan Pelindo, itu ada lahan 7 hektare rencana dulu mau dibangun pusat UMKM dan hotel tapi karena kami lihat sampah lebih prioritas kami alihkan untuk sampah,” ujarnya.
Setelah Pemkot Denpasar dan Pelindo sepakat, selanjutnya yang diperlukan untuk PSEL adalah sampah sebanyak 1.200-1.500 ton per hari, dimana Denpasar menyatakan tidak sanggup memenuhi kebutuhan ini sehingga perlu kerja sama Pemkab Badung.
Jaya Negara menyebut rata-rata sampah yang bisa disiapkan Denpasar hanya 800 ton per hari, sehingga kekurangannya akan diisi sampah dari Badung sebanyak 500 ton.
“Badung 500 ton dan kami 800 ton, jadinya mesin itu berani operasional karena ada komitmen dari dua daerah ini, kalau Denpasar saja tidak bisa dilaksanakan karena belum memenuhi persyaratan 1.200 ton per hari,” kata dia.
Nantinya PSEL akan mengolah semua jenis sampah, namun Pemkot Denpasar tetap mendorong masyarakat melakukan penanganan sampah di hulu sebab proyek PSEL tidak jadi dalam waktu singkat.
“Sebelum PSEL beroperasi kami di Denpasar tetap memperbanyak TPS3R, menambah tabung komposter menjadi 176 ribu, menambah teba vertikal, dan di tiga TPST sudah ada mesinnya kami maksimalkan dan membeli mesin lain untuk menyelesaikan di hulu,” ujar Wali Kota Denpasar.
Hal yang sama juga disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dimana ia mendorong penanganan sampah berbasis sumber.
Ia menyadari TPA Suwung akan segera ditutup kecuali untuk sampah spesifik pantai, sehingga Pemkab Badung berupaya menekan sampah lewat pengolahan di masyarakat.
“Kami pagi sudah mengumpulkan perbekel, lurah, camat, dan swakelola memastikan segera dilaksanakan penanganan sampah berbasis sumber, mencoba mendorong pembangunan teba moderen, termasuk sore ini menyerahkan komposter harapannya nanti penanganan sampah berbasis sumber bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Baca juga: KLH segel seluruh insinerator pemusnah sampah milik Pemkab Badung
Baca juga: KLH: PSEL Surabaya atasi meluasnya gunung sampah di TPA Benowo
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.