Kabupaten Bogor (ANTARA) - Peluncuran aplikasi Disiplinku dinilai menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang lebih tertib, transparan, dan adaptif terhadap dinamika kerja modern.
Hal tersebut mengemuka dalam peluncuran aplikasi Disiplinku yang dikembangkan oleh PT Technosoft Indo Prima di kantor Research and Development (R&D) perusahaan tersebut di Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Guru Besar Program Studi Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muhammad Zarlis menilai pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat diterapkan secara menyeluruh di berbagai level organisasi.
Ia menyebutkan, platform ini tidak hanya mendukung kedisiplinan dan administrasi, tetapi juga membangun transparansi, akuntabilitas, serta keselarasan kerja lintas level dalam organisasi.
Peluncuran Disiplinku dirangkaikan dengan talkshow bertajuk Disiplinku: Smart Platform to Manage Attendance, Official Documents, and AI-Powered Team Knowledge yang menghadirkan Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya, CEO PT Technosoft Indo Prima Deden Rahmawan, Prof. Muhammad Zarlis, pengamat Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, serta Ketua DPW Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Nusantara Wilayah DKI Jakarta Arief Wibowo.
CEO PT Technosoft Indo Prima Deden Rahmawan menjelaskan Disiplinku merupakan aplikasi presensi online dan manajemen karyawan yang memungkinkan pengelolaan kehadiran, administrasi, serta data SDM secara praktis dan real time dalam satu sistem terintegrasi.
“Aplikasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan SDM di era kerja modern dan transformasi digital,” ujar Deden Rahmawan.
Ia menambahkan Disiplinku dikembangkan dengan visi membangun fondasi budaya kerja Indonesia yang lebih profesional dan berdaya saing.
“Kami percaya sistem yang rapi dan data yang akurat merupakan fondasi utama dalam membangun tim yang produktif dan profesional,” katanya.
Disiplinku dilengkapi berbagai fitur, antara lain face recognition dan liveness detection, deteksi perangkat dan anti fake GPS, geotagging presensi, pengajuan cuti, izin, lembur, dan reimbursement, kunjungan klien, nota dinas digital, linimasa aktivitas kerja, serta tombol darurat (SOS) sebagai pendukung Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Melalui fitur Info Pintar berbasis AI, aplikasi ini membantu organisasi memantau data kehadiran, menganalisis tren kedisiplinan, serta mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data.
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya menilai penerapan sistem digital yang mendorong disiplin dan akuntabilitas dapat berkontribusi pada perubahan perilaku kerja.
“Aplikasi Disiplinku ini, bila digunakan secara masif, dapat menjadi instrumen perubahan perilaku kerja dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pengamat ISESS Bambang Rukminto menilai Disiplinku memiliki dampak strategis yang melampaui kepentingan korporasi.
“Saya berharap aplikasi ini dapat membawa perubahan, tidak hanya pada ekosistem korporasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara,” kata Bambang.
Ketua DPW IAII Nusantara Wilayah DKI Jakarta Arief Wibowo menilai Disiplinku relevan sebagai solusi manajemen SDM dan bisnis dengan dukungan teknologi yang lengkap dan andal.
PT Technosoft Indo Prima merupakan perusahaan teknologi nasional yang bergerak di bidang konsultasi teknologi, pengembangan sistem informasi, serta pembangunan aplikasi berbasis web dan mobile, dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun.
Aplikasi Disiplinku saat ini tersedia dan dapat diunduh melalui Google Play dan Apple App Store.
Guru Besar USU: Aplikasi AI Disiplinku dukung transformasi SDM
Selasa, 10 Februari 2026 22:05 WIB
Peluncuran aplikasi Disiplinku di Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Disiplinku
