Kupang (ANTARA) - Badan Geologi melaporkan salah satu dinding tebing kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami longsor akibat tingginya curah hujan yang terjadi di daerah itu.
"Setelah dilakukan pengecekan lapangan, kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing Timur laut dari Kawah II. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh curah hujan yang intensif sehingga menyebabkan ketidakstabilan tebing tersebut," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.
Dia mengatakan pengecekan tersebut dilakukan setelah beredarnya video dari pengunjung terkait gelombang yang terjadi di permukaan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu.
Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga Senin (12/1), tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna, maupun dari suhu kawah.
Baca juga: Badan Geologi: Aktivitas vulkanik pengaruhi warna danau kawah Gunung Kelimutu
Baca juga: Pengelolaan wisata Danau Kelimutu utamakan keselamatan pengunjung
Baca juga: Badan Geologi rekam perubahan warna danau Kawah I Gunung Kelimutu di Ende NTT
