Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menunggu hasil kajian Badan Geologi terkait rencana relokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sebagai dasar penentuan lokasi hunian baru yang aman.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat Asep Ismail mengatakan pemerintah daerah (pemda) tidak ingin terburu-buru menetapkan lokasi relokasi sebelum adanya rekomendasi resmi dari Badan Geologi guna menghindari risiko bencana pada kemudian hari.

“Tentunya kami sedang menunggu hasil pengkajian geologi. Nanti kalau sudah turun dari Badan Geologi, kita rapatkan kembali dengan dinas terkait. Ini harus betul-betul dikaji agar tidak salah menempatkan warga lagi,” ujar Wabup Asep di Bandung Barat, Selasa.

Baca juga: Basarnas perluas area pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat
Baca juga: Polda Jabar klarifikasi data orang hilang pada longsor Cisarua

Ia menegaskan setelah kajian diterima, Pemkab Bandung Barat akan segera mengambil langkah lanjutan, termasuk menentukan skema relokasi permanen bagi warga terdampak.

“Setelah ada kajian dari Badan Geologi, kita akan mengambil langkah-langkah secepatnya,” kata Wabup Asep Ismail.

Ia mengatakan sambil menunggu hasil kajian Pemkab Bandung Barat telah menetapkan radius aman sementara dan melarang warga kembali menempati area yang terdampak langsung longsor.

Baca juga: Trauma Abah Ade, kisah kampung Cisarua yang hilang dalam semalam

“Tentu wilayah yang terkena longsor sudah tidak diperbolehkan ditempati. Kami menunggu hasil pengkajian, baik area yang terdampak langsung maupun sekitar Desa Pasirlangu,” ujar Wabup Asep Ismail.

Ia menambahkan kawasan bekas longsor tidak akan lagi dijadikan permukiman sesuai arahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, yang berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan hutan dengan penanaman pepohonan besar.

“Sesuai yang disampaikan Pak Gubernur, wilayah itu akan dijadikan kawasan hutan. Tidak mungkin masyarakat dikembalikan lagi ke sana,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026