Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI masih menunggu arahan Presiden untuk membuka penghimpunan donasi internasional bagi penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor.
Ketua Baznas RI KH Noor Achmad dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa hingga saat ini Baznas masih mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari dalam negeri serta diaspora Indonesia di luar negeri.
“Kalau dianggap masih kurang, tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin menggandeng berbagai pihak. Namun untuk pengumpulan dari luar negeri secara resmi, lembaga besar, kami masih menunggu arahan Presiden,” kata Noor.
Baznas dipastikan sudah siap apabila penghimpunan ZIS melibatkan diaspora maupun jejaring filantropi Islam internasional, termasuk forum zakat dan wakaf global yang selama ini memantau perkembangan penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saat ini kami fokus pada penghimpunan ZIS domestik dan diaspora atau perorangan. Insya Allah dengan yang kami lakukan ini minimal bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.
Noor Achmad menyebutkan nilai bantuan pemerintah untuk penanganan bencana saat ini mencapai sekitar Rp60 triliun yang disalurkan melalui berbagai kementerian dan lembaga.
Sementara itu, Baznas mencatat hingga 17 Desember 2025 telah menghimpun dana ZIS total senilai Rp28,12 miliar.
Baca juga: Pemkab Karawang gandeng Baznas buka donasi bencana Sumatera
Baca juga: Baznas bantu evakuasi korban longsor di Cilacap
