Istanbul (ANTARA) - Amerika Serikat tengah menjajaki cara menempatkan pasukan internasional di Jalur Gaza, yang kemungkinan berada di bawah mandat PBB, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat (24/10).
"Beberapa negara tidak bisa berpartisipasi kecuali mereka memiliki mandat dari PBB," kata Rubio kepada pers di pusat koordinasi AS–Israel untuk Gaza di Kiryat Gat, sekitar 56 kilometer dari ibu kota Israel, Tel Aviv.
"Jadi mungkin akan ada resolusi PBB — itu salah satu jalannya. Kami juga bisa membuat kesepakatan internasional. Kami sedang membahasnya. Kami akan menemukan formula yang tepat untuk melakukannya. Mungkin lewat PBB," kata dia.
Soal kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rubio mengatakan pelaksanaannya "tidak akan berjalan lurus. Akan ada pasang surut serta berbagai lika-liku."
"Namun, saya pikir ada banyak alasan untuk tetap optimistis terhadap kemajuan yang sudah dicapai," ujarnya.
Rubio juga memperingatkan soal rancangan undang-undang Israel untuk mencaplok wilayah pendudukan Tepi Barat dan menyebutnya sebagai "ancaman bagi proses perdamaian."
Sumber: Anadolu
Baca juga: WHO: Butuh Rp116 triliun bangun layanan kesehatan di Gaza
Baca juga: Faksi-faksi Palestina setuju Jalur Gaza dikelola komisi sementara
