Banda Aceh (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh belajar menenun songket di Sentra Tenun Songket Nyakmu di Gampong Siem, Aceh Besar.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah Keterampilan Memandu Wisata dan Budaya," kata Dosen pembimbing lapangan, Istiqamatunnisak di Aceh Besar, Rabu.
Ia menjelaskan kuliah lapangan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa.
“Belajar dari para perajin memberi pemahaman bahwa di balik selembar kain songket yang indah ada nilai kesabaran, ketelitian, dan cinta terhadap budaya yang luar biasa,” katanya.
Baca juga: UIN Ar Raniry kerahkan 593 mahasiswa bantu Pemkot Aceh dalam pemutakhiran Data Kemiskinan
Baca juga: Rektor UIN: Kerja sama PPG bagian komitmen tingkatkan kualitas guru
Baca juga: UIN Ar-Raniry tegaskan cegah kekerasan
Menurut dia, pendekatan lapangan tersebut menumbuhkan apresiasi mahasiswa terhadap kekayaan tenun Aceh sekaligus mendorong mereka untuk ikut menjaga kelestarian budaya lokal.
Mereka diajak melihat langsung proses pembuatan songket Aceh sekaligus mengenal nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di balik karya tenun tradisional.
Dahlia, pemilik usaha yang meneruskan warisan sang ibu, Maryamu atau lebih dikenal sebagai Nyak Mu, menceritakan bahwa usaha tenun sudah dirintis sejak tahun 1973.
Songket Nyakmu dikenal dengan beragam motif tradisional Aceh yang dibuat dengan teknik menenun manual oleh para perajin setempat.
“Kami senang generasi muda datang belajar dan menghargai warisan ini. Semoga tradisi menenun tidak hilang dan tetap dilestarikan,” katanya.
