Bandung (ANTARA) - Penelitian tentang sawit karya tiga mahasiswa dan satu dosen dari Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu yang terbaik oleh Kementerian Keuangan.
Wakil Rektor III Unpas Dr M Budiana di Bandung, Selasa, mengungkapkan Kemenkeu melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memilih penelitian tim Unpas yang mengusung tema bidang sosial ekonomi dengan judul riset "Optimalisasi Perdagangan Kelapa Sawit Indonesia di Forum CPOPC melalui Mekanisme Kartel Internasional Ditinjau dari Stag Hunt Theory".
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia yang masih menghadapi tantangan besar dalam perdagangan internasional, antara lain akibat kompetisi yang tidak sehat dengan negara produsen lain dan adanya kebijakan perdagangan global yang kurang menguntungkan," kata Budiana.
Penelitian ini dirancang untuk mengkaji peluang bagi Indonesia dalam memimpin kerja sama dengan negara produsen lain melalui forum CPOPC, dengan memanfaatkan mekanisme kerja sama harga yang lebih stabil, terencana, dan menguntungkan, melalui pendekatan teoritis Stag Hunt.
Proposal yang diajukan tim mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Pasundang harus melewati seleksi administratif dan substansi yang ketat.
Proposal Unpas menjadi salah satu di antara proposal terpilih yang memperoleh dana hibah dari BPDPKS, dengan total dana penelitian dari pihak penyelenggara sebesar Rp20 juta, dan kini didukung juga oleh universitas untuk menyelesaikan riset ini secara optimal.
Capaian ini menunjukkan komitmen Unpas dalam mendorong penelitian yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional dan memberi kontribusi nyata pada penguatan diplomasi ekonomi Indonesia.
Baca juga: Dosen PNJ ciptakan inovasi energi terbarukan berbasis sampah
Baca juga: Delapan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel terima dana hibah nasional untuk penelitian
Baca juga: Kemdiktisaintek bersama LPDP perkuat kolaborasi riset dan pendidikan tinggi di Indonesia
