Pangkalpinang (ANTARA) - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito mendorong Museum Timah Indonesia (MTI) Kota Pangkalpinang menjadi sarana edukasi sejarah pertimahan bagi generasi muda di Negeri Serumpun Sebalai itu.
"MTI tidak hanya menyimpan tentang sejarah penambangan timah, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang peradaban masyarakat Bangka Belitung," kata Sugito saat mengunjungi MTI Kota Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengaku selama tujuh bulan menjabat sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Babel baru kali ini mengunjungi MTI Kota Pangkalpinang yang dikelola PT Timah Tbk.
"Kesan pertama saat datang tadi ini herritage banget, karena ini bangunan lama dari zaman Belanda. Ini juga memberikan nuansa seolah sepintas kita dibawa ke masa lalu, apalagi saat melihat benda dan dokumentasi di masa lalu," katanya.
Baca juga: Museum Batik Pekalongan tampilkan koleksi bernuansa Islami
Baca juga: Rano Karno sebut museum di Jakarta bisa dijadikan tempat "study tour"
tri timah yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional," katanya.
Menurut dia keberadaan MTI Pangkalpinang mengingatkan para pengunjung maupun generasi mendatang jangan sampai melupakan sejarah.
"Dari beberapa referensi tentang pertimahan dulu mulai awal VOC sampai hari ini ternyata terdokumentasi dengan baik di museum ini, bukan hanya soal historisnya tapi juga edukasi terkait sumber daya mineral di Babel," katanya.
Ia berharap keberadaan Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan untuk menambah wawasan kepada generasi mendatang.
Kepala MTI Pangkalpinang M Taufik mengatakan Museum Timah Indonesia Pangkalpinang yang dikelola PT Timah menawarkan pengalaman edukatif melalui koleksi artefak bersejarah, dokumentasi proses penambangan, serta teknologi yang digunakan dalam industri timah sejak masa kolonial hingga era modern.
"Dengan ratusan koleksi tentang pertimahan, para pengunjung dapat memahami perjalanan panjang indus