Banjarmasin (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) meningkatkan standar pendidikan kedokteran gigi ke level dunia dengan menaikkan kapasitas dan memperluas jaringan kerja sama internasional.
"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan mengadakan lebih banyak konferensi tingkat internasional menghadirkan pakar kedokteran gigi dunia," kata Koordinator Program Studi S1 Ilmu Kedokteran Gigi FKG ULM drg Isnur Hatta, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat.
Hal terbaru adalah FKG ULM mengadakan 2nd International Hybrid Conference (IHC) 2025 melibatkan lima pembicara dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan.
Format hybrid pun dipilih guna memungkinkan peserta konferensi untuk mengikuti acara baik secara luring maupun daring, sehingga memperluas jangkauan dan dampaknya.
Baca juga: ULM kembangkan koperasi lebih dinamis kelola hutan mangrove Kotabaru Kalsel
Baca juga: Universitas Lambung Mangkurat teguhkan diri sebagai kampus perjuangan
Baca juga: ULM rancang program talenta mahasiswa lebih relevan dan inovatif ke depannya
Sebagai ajang akademik internasional, IHC 2025 memiliki beberapa tujuan utama, antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kedokteran gigi.
Kemudian memperkuat kerja sama internasional dalam pendidikan kedokteran gigi serta menjalin kolaborasi dengan rumah sakit dan organisasi profesi guna meningkatkan mutu layanan dan pendidikan kedokteran gigi.
Selain mahasiswa dan akademisi dari sejumlah kampus berbagai negara, konferensi ini juga dihadiri oleh berbagai undangan termasuk pimpinan rumah sakit, perwakilan PDGI Kalimantan Selatan, serta alumni FKG ULM.
Pembicara dari Fakulti Pergigian Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Associate Professor Dr Shahida Binti Mohd Said dan Dr Tew In Meei turut berkontribusi dalam sesi diskusi ilmiah.
Isnur menyebut IHC 2025 diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) ULM serta mendukung upaya menuju World Class University.